KORANJURI.COM – SMK Ma’arif NU 1 Bener di Kabupaten Purworejo kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi para siswa tentang pentingnya berdemokrasi.
Melalui ajang Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) yang diselenggarakan pada Sabtu (10/10/2026), suasana sekolah disulap bak gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) tingkat nasional lengkap dengan prosedur pemungutan suara yang tertib dan transparan.
Dalam perhelatan demokrasi sekolah ini, Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 02 dengan kandidat Ketua Umum: Rahma Fitriani (XI AK), Ketua 1: Aida Nisfia(XI BD) dan Ketua 2: Maulana Umar (X TSM C) berhasil meraih kemenangan setelah mengantongi 259 suara.
Mereka mengungguli perolehan suara Paslon 1 dengan kandidat M. Ridho Jaya Kusuma (XI TSM A), Ketua 1: Aulia Fadillah Nuraini (XI DPB) dan Ketua 2: Dava Bhekti Praditya (X AK) yang memperoleh 254 suara.
Pembina OSIS SMK Ma’arif NU 1 Bener, Khusnul Azizah, S.Psi., menjelaskan bahwa tahapan sudah dimulai sejak hari Jum’at (09/10/2026) melalui Agenda Sidang Pleno dan pembahasan AD/ART ke-OSIS-an yang melibatkan Dewan Perwakilan Kelas (DPK), pengurus OSIS lama maupun baru, hingga seluruh ketua organisasi di sekolah.
Memasuki hari puncak pada Sabtu pagi, kegiatan diawali dengan sesi debat kandidat dan penyampaian visi-misi dari jam 07.00 hingga 09.30 WIB. Setelah itu, proses pemungutan suara resmi dibuka.
“Prosedur pemilihannya kita konsep mirip Pemilu. Siswa membagikan undangan pemilihan, pemilih datang ke TPS menyerahkan undangan, mengisi daftar hadir, mengambil surat suara, mencoblos di bilik, memasukkan ke kotak suara, hingga mencelupkan jari ke tinta bukti telah memilih,” ujar Khusnul Azizah.
Uniknya, meski tengah menggelar hajatan demokrasi, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tetap berjalan beriringan secara kondusif.
Tidak sembarang calon bisa melenggang ke panggung Pilketos. Menurut Khusnul, pasangan calon yang bertarung merupakan hasil seleksi ketat dari internal pengurus OSIS hingga mengerucut menjadi dua paket kepemimpinan (total 6 kandidat).
Partisipasi pemilih pun sangat tinggi. Dari total sekitar 627 pemilih yang terdiri atas siswa, guru, dan karyawan, mayoritas menyalurkan hak suaranya secara offline di TPS sekolah.
Namun, bagi siswa Kelas XII yang saat ini sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di luar sekolah, pihak panitia memberikan hak istimewa untuk tetap menyuarakan hak pilihnya melalui sistem online (e-voting).
“Kita tidak ingin mengganggu kegiatan PKL siswa, jadi kita fasilitasi pemilihan secara online agar seluruh hak suara tetap terakomodasi,” tambahnya.
Harapan besar kini tertuju pada Paslon 01 yang telah memenangkan hati mayoritas warga sekolah. Lebih dari sekadar ajang pergantian kepemimpinan, Pilketos ini menjadi sarana pembelajaran karakter dan etika berdemokrasi.
Khusnul Azizah menyebut, dengan edukasi demokrasi ini, ketika nanti siswa berkecimpung dalam pesta demokrasi yang sesungguhnya, baik sebagai calon maupun pemilih, mereka sudah tak canggung lagi.
“Kami berharap para pengurus OSIS terpilih mampu menjadi panutan (role model), memiliki jiwa kepemimpinan yang mengayomi (ngemong), serta produktif dalam menginisiasi kegiatan-kegiatan positif di lingkungan SMK Ma’arif NU 1 Bener,” pungkas Khusnul Azizah.(Jon)





