Mahasiswa STIKes Bantul Resmi Diterjunkan KKN di Kedungbule Srandakan, Ini Tiga Program Unggulannya

oleh
Foto bersama dalam penyerahan mahasiswa STIKes Bantul KKN di Dusun Kedungbule, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, pada Senin (12/10/2026) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 12 mahasiswa Jurusan Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bantul resmi diterjunkan untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Kedungbule, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, pada Senin (12/10/2026).

Acara serah terima mahasiswa KKN tersebut dihadiri oleh Kamituwo Kalurahan Trimurti, Novita Putri, S.Pd., yang hadir mewakili Lurah Trimurti, serta Kepala Puskesmas Srandakan, Siswanto, S.ST., Ners.

Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Srandakan, Siswanto, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa dan berharap program KKN ini dapat bersinergi dengan program-program kesehatan masyarakat yang dijalankan puskesmas.

“Puskesmas akan mendukung sepenuhnya program-program yang akan dilakukan oleh mahasiswa KKN, khususnya yang berkaitan dengan penyuluhan hidup sehat bagi remaja dan kegiatan kesehatan lainnya,” ujar Siswanto.

Sementara itu, Novita Putri mewakili Lurah Trimurti menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN sangat dinantikan oleh warga lokal untuk membantu peningkatan taraf kesehatan masyarakat.

Selain berpartisipasi dalam kegiatan dasawisma di pedukuhan, mahasiswa juga diharapkan dapat membantu pelayanan publik di kantor kalurahan.

“Kami berharap ada sinergi dengan pemerintah kelurahan. Salah satu bentuknya, kami harapkan ada dua mahasiswa yang setiap hari bertugas piket di kelurahan,” jelas Novita.

Ketua STIKes Bantul, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyerahkan secara penuh para mahasiswa kepada pihak pemerintah kalurahan dan Puskesmas Srandakan untuk dibimbing selama satu bulan masa pengabdian, hingga 8 November 2026.

“Saya titipkan anak-anak kami selama satu bulan untuk terjun di masyarakat Kedungbule. Mohon untuk bisa dibimbing dan dibina, baik dari pemerintah kelurahan maupun dari Puskesmas,” ungkap Nuryadin.

Nuryadin juga berpesan kepada seluruh peserta KKN agar selalu menjaga almamater serta nama baik keluarga.

“Saya berharap para mahasiswa bisa menjaga diri, menjaga nama baik dan kehormatan dirinya, keluarganya, agamanya, dan tentu keluarga besar STIKes Bantul. Diharapkan mereka bisa berkolaborasi dengan masyarakat namun tetap menjaga hubungan yang baik,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Kelompok KKN STIKes Bantul, Santi Eksandian, memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga program kerja utama yang berfokus pada peningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Ketiga program ini, kata Santi, yang pertama penyuluhan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) agar masyarakat paham manfaat dan pemanfaatan herbal secara tepat. Kedua, edukasi pencegahan anemia dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri.

“Serta sebagai puncaknya, kami mengadakan jalan sehat dan cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Srandakan,” pungkas Santi.

Melalui sinergi bersama kader kesehatan, PKK, serta Puskesmas Srandakan, kehadiran KKN STIKes Bantul diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi warga Dusun Kedungbule dan Kalurahan Trimurti pada umumnya.(Jon)