Kwarcab Purworejo Gelar Karang Pamitran Golongan Siaga, Ini yang Dibahas

oleh
Kegiatan Karang Pamitran Golongan Siaga yang digelar Kwarcab Purworejo, Sabtu (14/06/2025) – foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kwarcab Purworejo menggelar kegiatan Karang Pamitran Golongan Siaga, Sabtu (14/06/2025).

Berlangsung di aula Sanggar Bhakti Gerakan Pramuka Kwarcab Purworejo, kegiatan ini diikuti 32 pembina Pramuka Siaga yang merupakan perwakilan dari 16 Kwarran.

Menghadirkan dua pemateri pelatih Siaga, Kak Piani dan Kak Sumarini, Karang Pamitran Siaga dibuka secara simbolis oleh Dra. Hj. Titik Mintarsih, M.Pd. selaku Wakil Ketua bidang Binawasa Kwarcab Purworejo.

Empat materi menjadi pembahasan utama dalam Karang Pamitran ini, yakni terkait SKK (Syarat Kecakapan Khusus), SKU (Syarat Kecakapan Umum), SPG (Syarat Pramuka Garuda) dan upacara pembukaan dan penutupan latihan siaga.

“Digelarnya Karang Pamitran yang merupakan pertemuan orang dewasa ini untuk membahas sesuatu hal yang urgensi. Ada beberapa hal yang melatarbelakanginya,” ujar Titik di sela kegiatan.

Bahwa disinyalir di gugus depan latihan Pramuka tidak teratur, pola pembinaannya tidak sesuai dengan aturan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan sehingga peserta didik merasa jenuh, atau tidak menyukai pendidikan kepramukaan.

“Karena pembinanya tidak paham bagaimana membina siaga itu sehingga siswa benar-benar menjadi tertarik,” kata Titik.

Menurut Titik, dalam memberikan SKU, SKK dan SPG juga ada prosedur yang harus dilakukan. Karena dalam Siaga itu sendiri ada 3 tingkatan, yakni Siaga Mula, Siaga Bantu dan Siaga Tata. Jadi meski materi sama, namun berbeda prosedurnya

Di dalam ujian SKU, SKK, ungkap Titik, mengacu pada tiga hal, yakni karakter siswa, wawasan kebangsaan dan life skill atau K3 (karakter, kecakapan, kebangsaan).

Bahwa di dalam pengimplementasian kurikulum, kecerdasan harus dimunculkan, seperti kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan kecerdasan fisik, yang diolah dalam sistem amongnya pembina.

“Dimana dalam sistem among ini adalah Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani,” ujar Titik.

Ending yang diharapkan dengan adanya kegiatan ini, sebut Titik, peserta didik akan merasa senang dan tertarik dengan Pramuka, karena kegiatan kepramukaan mengacu pada 4 hal, yaitu menjadikan peserta didik itu sehat, produktif, peduli dan bahagia dunia akhirat.

“Dengan pembina menguasai tentang dunia siaga, harapannya bisa mewujudkan peserta didik yang berkarakter handal,” pungkas Titik. (Jon)