SMPN 36 Purworejo Meriahkan Karnaval Desa Kemanukan dengan Ikon “SEMBADA”

oleh
Kontingen SMPN 36 Purworejo pada Karnaval Desa Kemanukan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMPN 36 Purworejo menjadi salah satu peserta yang meriahkan Karnaval Desa Kemanukan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Karnaval bertema “Dengan Semangat Kepahlawanan Kita Lestarikan Budaya Lokal Menuju Indonesia Maju” ini berlangsung Minggu (24/08/2025), yang secara simbolis dibuka dengan pengibaran bendera start oleh Ketua Panitia, Sunarno.

SMP Negeri 36 Purworejo mengusung tema “Parade Kebhinekaan dan Budaya Lokal Sebagai Pemersatu Menuju Indonesia Maju”

Menampilkan ikon kebanggaan sekolah, yakni “SEMBADA”, yang diperankan langsung oleh Kepala Sekolah Suryadi, S.Kom., M.M.Pd., SMPN 36 Purworejo mengusung tema “Parade Kebhinekaan dan Budaya Lokal Sebagai Pemersatu Menuju Indonesia Maju”.

Tampil memukau, kontingen SMPN 36 Purworejo hadir dengan kekuatan penuh, terdiri dari 225 siswa serta 50 guru dan karyawan.

Barisan diawali tiga siswa pembawa banner tema, dilanjutkan pembawa bendera yang terdiri dari bendera Merah Putih, bendera Tut Wuri dan OSIS, serta bendera Pramuka dan SMPN 36 Purworejo.

Kehadiran ikon SEMBADA, menarik perhatian para penonton sepanjang rute yang dilalui. Kehadiran SEMBADA disusul oleh tokoh Punokawan, Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong yang melambangkan peran pamomong bagi generasi muda sekolah.

Tak hanya itu, siswa juga menampilkan visualisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Barisan dilanjutkan oleh parade siswa kelas 7 dengan tema Profesi, kelas 8 dengan tema Bhineka Tunggal Ika, dan kelas 9 yang menampilkan Budaya dan Kearifan Lokal.

Puncak penampilan semakin meriah dengan suguhan ekstra hadroh dan ditutup oleh barisan bapak-ibu guru.

Suryadi mengungkapkan, dalam karnaval tersebut pihaknya menyampaikan dua pesan utama, yakni prestasi siswa dalam dua tahun terakhir yang membanggakan sekolah dan daerah serta penjelasan mengenai ikon sekolah.

“SEMBADA bukan sekadar simbol, melainkan jiwa dan identitas seluruh civitas akademika SMPN 36 Purworejo,” jelas Suryadi di sela kegiatan.

Nama ini menurut Suryadi, diambil dari akronim Esempe Bagelen Dua, nama lama sekolah yang lebih dekat dengan kultur lokal. Makna SEMBADA diperkaya dengan nilai filosofis dari Legenda Ajisaka, yang menempatkan Sembada sebagai sosok setia, teguh, dan berpegang pada amanah.

Nilai tersebut dijadikan pedoman sikap warga sekolah.
Ikon SEMBADA divisualisasikan sebagai prajurit Jawa dengan badan tegap, keris terhunus, ikat kepala merah, serta perhiasan emas. Filosofi ini melambangkan keberanian, kesiapan fisik dan mental, kemakmuran, serta penghormatan terhadap budaya luhur.

“Logo SMPN 36 Purworejo turut melekat sebagai simbol almamater yang harus dijunjung tinggi. SEMBADA juga menjadi wadah pengembangan organisasi dan pembelajaran di sekolah seperti SEMBADA Voice untuk paduan suara, SEMBADA Green School untuk adiwiyata, hingga SEMBADA Master Learning sebagai induk modul pembelajaran,” terang Suryadi.

Filosofi SEMBADA mencakup tujuh pilar pembelajaran: Scientific, Ethical, Multicultural, Balanced, Artistic, Deductive, dan Adaptive.

“Dengan semangat kebersamaan, parade SMPN 36 Purworejo berhasil menyuguhkan tontonan edukatif, sarat makna budaya, serta mempertegas identitas sekolah sebagai rumah belajar yang berakar pada kearifan lokal namun tetap melangkah menuju Indonesia Maju,” pungkas Suryadi. (Jon)