Pertama Digelar, SMPN 11 Purworejo Raih Juara 2 pada Karnaval Budaya Kecamatan Ngombol

oleh
Kontingen karnaval dari SMPN 11 Purworejo yang menampilkan Parade Seni bertema 'Seni Maju Indonesia Maju' - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kontingen SMPN 11 Purworejo, berhasil meraih juara 2 pada Karnaval Budaya Kecamatan Ngombol yang dilaksanakan pada Selasa (26/08/2025), yang diikuti oleh 56 peserta terdiri dari 52 desa dan 4 instansi.

Dalam Karnaval Budaya ini, SMPN 11 Purworejo menampilkan Parade Seni bertema ‘Seni Maju Indonesia Maju’.

Dengan tata barisan paling depan banner beserta panji sekolah menyertai bendera merah putih, dilanjutkan marching band, seni tari ndolalak, ornamen patung Dewa Ruci, serta kesenian jaran kepang, kontingen SMPN 11 Purworejo berhasil menyelesaikan rute karnaval sepanjang 4,5 km.

Kepala SMPN 11 Purworejo Drs Joko Indarto menyebut, antusias anak-anak luar biasa dalam mengekspresikan seni dari awal hingga akhir karnaval, dengan titik start depan Kecamatan Ngombol dan finish di depan KUA.

Menurut Joko penilaian dewan juri sangat obyektif dalam memberikan penilaian kepada karnaval yang kepesertaannya dibatasi 50 orang untuk satu kontingen, karena sesuai dengan penilaian masyarakat.

“Keberhasilan ini atas peran kita bersama. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat yang telah banyak mensuport, khususnya orangtua/wali siswa,” jelas Joko, Kamis (28/08/2025).

Didepan panggung kehormatan, kata Joko, kontingen karnaval SMPN 11 Purworejo menampilkan atraksi untuk dilakukan penilaian juri. Kebersamaan anak-anak dalam kreasi seni dan ornamen patung Dewa Ruci yang cukup spektakuler memancing perhatian juri.

“Untuk karnaval ini baru pertama digelar dan kita bersyukur bisa meraih juara 2, yang memang tujuan utamanya untuk berpartisipasi dan meramaikan,” ungkap Joko.

Untuk SMPN 11 Purworejo sendiri, kata Joko, menyimpan potensi seni yang luar biasa. Potensi ini harus diwadahi semua, dari Marching Band, seni tari maupun seni musik dan lainnya harus dikembangkan.

“Salah satunya melalui karnaval ini. Coba kalau peserta tidak dibatasi, mungkin kita bisa lebih banyak mengeksplore potensi seni yang dimiliki,” pungkas Joko. (Jon)