KORANJURI.COM – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi oli nabati hidrokarbon yang diproduksi oleh siswa SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo (Esemkapurwa Purworejo).
Apresiasi ini disampaikan saat Wamen bersama rombongan singgah sejenak di Purworejo dalam perjalanan menuju Yogyakarta, Kamis (11/09/2025) sore.
Kedatangan Wamen didampingi oleh Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Dr. Nia Nur Hasanah, S.Si., M.Pd., serta staf ahli kemendikdasmen, disambut hangat oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo.
Turut hadir dalam acara singkat tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., MM., dan Asisten 1 Ahmad Jaenudin, SIP., MM.
Selain itu, Ketua PDM Purworejo Drs. H. Pujiono dan Pleno PDM serta Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Purworejo, Nur Ngazizah, S.Si, M.Pd., juga hadir menyambut rombongan
Acara yang berlangsung singkat ini dimanfaatkan Wamen untuk bersilaturahmi sebelum melanjutkan perjalanan.
Di sela-sela pertemuan, Sumarjo, S.Fil.I., M.Pd., Kepala Esemkapurwa Purworejo menyerahkan cenderamata berupa produk oli Quintech, yang merupakan hasil inovasi dari Teaching Factory Esemkapurwa.
Bangga dengan produk tersebut, Wamen Fajar Riza Ul Haq langsung menuangkan apresiasi nya dalam sebuah tulisan.
“Saya salut dengan inovasi oli Nabati Hidrokarbon produksi SMK Muhammadiyah Purwodadi. Keren..!!!,” tulis Wamen.
Wamen dan rombongan hanya singgah di Purworejo untuk menunaikan salat dan makan malam, tanpa agenda khusus, sebelum melanjutkan perjalanan utama mereka menuju Yogyakarta.
Meskipun demikian, kunjungan singkat ini meninggalkan kesan mendalam berkat inovasi luar biasa dari siswa Esemkapurwa Purworejo.
Atas apresiasi yang diberikan Wamendikdasmen ini, Sumarjo mengaku bangga.
“Kita berharap dari Kementerian Dikdasmen dapat membantu / melakukan pendampingan produk Teaching Factory SMK sampai produk tersebut bisa dipasarkan,” kata Sumarjo.
Apresiasi Wamen dikdasmen terhadap produk inovatif ini, menurut Sumarjo, sejalan dengan fokus pemerintah dalam mendorong pendidikan vokasi yang menghasilkan produk bernilai ekonomi dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Inovasi ini menjadi bukti bahwa SMK mampu menciptakan produk yang tidak hanya bermanfaat tetapi juga berdaya saing,” pungkas Sumarjo. (Jon)





