Tingkatkan Kualitas Pembina, Kwarcab Purworejo Gelar Karang Pamitran Golongan Penegak

oleh
Salah satu kegiatan pada Karang Pamitran Golongan Penegak Kwarcab Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kwartir Cabang (Kwarcab) Purworejo sukses menyelenggarakan kegiatan Karang Pamitran bagi Golongan Penegak pada hari Sabtu (08/11/2025).

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas para pembina Penegak ini berlangsung di aula Sanggar Bhakti Gerakan Pramuka Kwarcab Purworejo.

Sebanyak 40 peserta yang merupakan para pembina Penegak dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Purworejo antusias mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan Karang Pamitran ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusdiklatcab Kwarcab Purworejo, Kak Kuntari Watini, S.Pd., M.M.Pd..

Dalam sesi materi, Kwarcab Purworejo menghadirkan dua pemateri kompeten, yaitu Kak Dra. Hj. Titik Mintarsih, M.Pd. dan Kak Eko Gusnawan, S.Pd., M.Pd. yang fokus membahas tentang kepenegakan dan tata upacara pada golongan Penegak.

Pemateri Kak Titik Mintarsih menyampaikan materi mendalam tentang teori kepenegakan. Ia menjelaskan bahwa Penegak memiliki dua tingkatan, yaitu Penegak Bantara dan Penegak Laksana.

Kak Titik juga menggarisbawahi pentingnya kelengkapan Ambalan, serta menekankan bahwa satuan putra dan putri harus terpisah.

“Kelengkapan ada rumah adatnya, kibaran cita, pusaka adat, struktural kepengurusan Dewan Ambalan. Tentunya untuk putra dan putri adalah satuan terpisah,” jelas Kak Eko di sela kegiatan.

Usai sesi teori, peserta langsung mempraktikkan berbagai jenis upacara golongan Penegak, seperti upacara pembukaan latihan dan upacara penutupan latihan yang dilaksanakan dalam bentuk bershaf.

Selain itu, disampaikan pula oleh kak Eko jenis upacara lainnya seperti upacara penerimaan tamu Penegak, upacara pelantikan, dan upacara kenaikan tingkat.

Kak Titik Mintarsih, menutup sesi materi dengan stretching akhir dan menyampaikan pentingnya peran Penegak.

Kak Titik menyatakan bahwa Penegak, yang berusia 16 hingga 20 tahun, adalah penjaga gawang negara. Mereka diharapkan memiliki karakter yang kuat untuk memfilter budaya asing yang masuk ke Indonesia, serta mampu membedakan mana yang baik dan yang tidak benar.

Aktivitas Penegak sendiri, menurutnya, terdiri dari Bina Diri, Bina Satuan, Bina Masyarakat, dan Bina Masa Depan.

“Seorang Penegak harus bisa dan mampu menjadi penggerak untuk kegiatan kaum muda,” tegasnya.

Kak Titik juga memperkenalkan struktur satuan terkecil, Sangga, yang terdiri dari 8 Penegak, dan Ambalan yang merupakan gabungan dari empat Sangga. Dewan Ambalan terdiri dari Pradana, Pemangku Adat, Kerani, Juru Uang, serta anggota-anggota.

Ia merinci lima jenis Sangga beserta maknanya, yakni Sangga Perintis: Perintisan dalam kebajikan, Sangga Penegas: Pengambil keputusan yang arif dan bijaksana, Sangga Pencoba: Berani mencoba hal positif tanpa takut kegagalan, Sangga Pendobrak: Keberanian mengemukakan kebenaran dan melawan kemungkaran serta Sangga Pelaksana: Keberanian melaksanakan suatu tugas dengan penuh tanggungjawab.

“Untuk Ambalan Penegak harus memiliki sanggar (ruangan khusus), sandi Ambalan, kibaran cita, dan pusaka Ambalan,” ungkap Titik.

Kegiatan Karang Pamitran ini ditutup oleh Kak Titik Mintarsih selaku Waka Binawasa Kwarcab Purworejo, menandai berakhirnya pembekalan penting bagi para pembina Penegak di Kwarcab Purworejo. (Jon)