KORANJURI.COM – SMPN 16 Purworejo kembali mencatatkan keberhasilan yang luar biasa di bidang literasi dengan menggelar acara peluncuran buku, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan HGN 2025 dan HUT PGRI ke-80.
Launching buku ini ditandai dengan penyerahan buku kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., dan Sri Budiningsih, S.E., M.M, Pustakawan Ahli Madya dari Dinpusip Purworejo.
Selain dihadiri Kepala Disdikbud, kegiatan ini juga dihadiri anggota Komisi IV DPRD Nur Hidayat, jajaran pengawas, jajaran komite, rekanan, orangtua siswa, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Kepala Disdikbud, Yudhie Agung Prihatno, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi kesempatan langsung bagi guru dan siswa untuk berlatih menulis. Ia menegaskan bahwa aktivitas ini menjadi bagian penting dalam peningkatan literasi saat ini.
“Bagaimana memahami, menggunakan informasi untuk segala hal dalam kehidupan. Dan ini tentu juga mendukung untuk proses belajar ataupun mengajar bapak ibu guru dan anak,” ujar Yudhie.
Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin dan berkesinambungan dengan pendampingan yang memadai. Kebiasaan ini dinilainya mampu menumbuhkan budaya menulis yang kuat.
Ia meyakini, budaya menulis tersebut akan menjadi salah satu metode pembelajaran Deep Learning yang efektif, dari pemahaman konsep hingga penerapan praktik.
“Kedepan akan kita buat pelatihan-pelatihan menulis untuk bapak ibu guru sebagai peningkatan literasi atau kegiatan-kegiatan yang bersifat untuk memancing anak-anak menulis,” tambahnya.

Kepala SMPN 16 Purworejo, Murniasih, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan, dalam peluncuran ini, terdapat dua karya utama yang diterbitkan, yakni buku karya guru Berjudul ‘Menyulam Pikiran Lewat Pembelajaran Mendalam’. Sebanyak 30 guru di SMPN 16 Purworejo ikut andil dalam buku antologi ini.
Karya yang dihasilkan berupa esai reflektif tentang pembelajaran mendalam. Judul setiap esai berbeda-beda, sesuai mata pelajaran yang diampu masing-masing guru. Di dalamnya guru membahas banyak hal mulai dari pemanfaatan digital, pengaplikasian kerangka pembelajaran, kemitraan belajar, maupun penggunaan media pembelajaran.
“Serta buku antologi puisi karya siswa berjudul ‘Jnana’. Dari total 475 siswa, 110 karya puisi berhasil lolos kurasi dan dicetak dalam buku ini,” terang Murniasih.
Dia menyampaikan harapannya agar budaya menulis dan budaya literasi yang mengarah pada asesmen dengan bukti karya dapat terus berlanjut.
“Untuk literasi di SMPN 16 Purworejo sudah mengarah ke bentuk-bentuk soal asesmen,” ungkap Murni.
Ia juga bangga menyampaikan bahwa buku hasil karya siswa dan guru ini sudah terbit dengan pengakuan standar berupa QSBN (QR Code Standard Book Number).
Launching buku implementasi dari Pembelajaran Mendalam ini dikemas dengan meriah. Kegiatan tak hanya diisi dengan launching buku namun juga gelar karya dan mini talkshow.
Gelar karya memamerkan berbagai media pembelajaran dan produk karya siswa. Sementara, talkshow menghadirkan perwakilan narasumber dari guru dan murid untuk berbicara terkait proses kreatif penulisan buku. (Jon)





