KORANJURI.COM – Kabar membanggakan datang dari SMK Kesehatan Purworejo. Siswa kelas X Keperawatan 4, Raisya Nuraini Ruwahidah, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 2 tingkat nasional pada lomba MC non formal.
Prestasi ini diraih dalam ajang Got Protocol Talent 3.0 (GPT 3.0) yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina di Jakarta.
Lomba yang bertujuan mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum dan kepercayaan diri siswa ini mempertandingkan dua kategori, yaitu MC Formal dan MC non formal. Kategori MC non formal yang diikuti Raisya diramaikan oleh ratusan peserta dari SMA/sederajat se-Indonesia.
Raisya mengawali perjuangannya di babak penyisihan dengan mengirimkan video.
“Dalam video tersebut saya seolah-olah menjadi MC pada sebuah seminar kesehatan,” jelas Raisya, Sabtu (06/12/2025).
Berkat penampilannya, Raisya berhasil lolos dan menjadi salah satu dari 10 finalis yang melaju ke babak Grand Final yang diadakan di Gedung Modular 7103, Universitas Pertamina, Jakarta, pada Sabtu (22/11/2025) lalu.
Pada babak penentuan juara tersebut, Raisya tampil memukau dengan memerankan diri sebagai MC dalam sebuah acara nonton bareng. Menurutnya, penilaian yang diberikan juri meliputi intonasi, ekspresi, penampilan, dan gaya bahasa.
Raisya, yang didampingi guru pembimbingnya, Sri Suwarni, S.Pd., (akrab disapa Arni), mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Alumni SMPN 36 Purworejo ini mengaku baru pertama kali mengikuti lomba seperti ini dan langsung sukses menyabet juara 2 tingkat nasional.
“Yang pasti senang, deg-degan dan bangga bisa membawa nama baik sekolah dan daerah,” ujar Raisya.
Atas prestasinya ini, Raisya berhak mendapatkan plakat, sertifikat, uang pembinaan, dan beasiswa dari Universitas Pertamina. Ia juga berharap ke depan bisa lebih baik lagi dalam skill cara bicara dan membawa dampak positif dalam berkomunikasi.
Arni, sang guru pembimbing, menambahkan bahwa kunci keberhasilan Raisya terletak pada latihan dan improvisasi yang terus diasah.
“Dia praktek secara langsung bagaimana improvisasinya saat membaca, karena MC non formal itu lebih ke improvisasi,” terang Arni.
Arni berkomitmen untuk terus mencari dan melatih bakat-bakat siswa di berbagai bidang, tidak hanya MC, tetapi juga puisi, menulis cerpen, dan lainnya.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyatakan rasa bangganya atas capaian siswanya. Prestasi ini menjadi kado istimewa bagi sekolah di akhir tahun 2025.
“Ini prestasi ketiga di tahun ini, bahwa anak-anak mampu mendapatkan prestasi tingkat nasional. Tahun depan diharapkan prestasi semacam ini bisa lebih meningkat lagi,” ujar Nuryadin.
Ia percaya prestasi ini akan menambah kepercayaan masyarakat terhadap SMK Kesehatan Purworejo.
Nuryadin juga menegaskan bahwa sekolah menerapkan pendekatan Multiple Intelegence, di mana sekolah melakukan pemetaan potensi dan bakat siswa.
“Seluruh potensi anak kita kembangkan, dan sekolah siap mensuport-nya. Dan bagi siswa peraih juara ini akan mendapat reward dari sekolah,” pungkasnya. (Jon)





