KORANJURI.COM – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Purworejo terus memperkuat kompetensi mahasiswanya melalui pembekalan keterampilan non-akademik.
Pada Rabu (31/12/2025), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMPS PGMI mengikuti Pelatihan Pramuka sebagai langkah strategis memenuhi kebutuhan analisis lapangan bagi calon guru.
Ketua Program Studi PGMI STAINU Purworejo, Siti Anisatun Nafi’ah, S.Hum., M.Pd., menegaskan bahwa keterampilan Pramuka kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban bagi calon pendidik di tingkat SD/MI.
“Analisis kebutuhan lapangan menunjukkan calon guru harus memiliki keterampilan Pramuka. Kami mewadahi hal ini agar saat mahasiswa melaksanakan PPL di sekolah, mereka memiliki nilai lebih dan keterampilan yang diakui masyarakat,” ujar Siti Anisatun di sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan prasyarat penting sebelum mahasiswa mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD).
“Di Kurikulum Merdeka, sertifikat KMD menjadi salah satu syarat kelulusan di semester 6. Ini juga menjadi daya dukung kuat bagi profil lulusan kami agar siap menjadi pembina Pramuka,” tambahnya.
Untuk memastikan kualitas materi, STAINU Purworejo menghadirkan praktisi profesional, Eko Gusnawan, S.Pd., M.Pd., dari Kwarcab Purworejo. Selama satu semester, para mahasiswa akan dibekali materi komprehensif yang meliputi Teknik Kepramukaan & Scouting Skill, Struktur Organisasi & Administrasi Gudep, Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDK MK), Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Tata Upacara
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua STAINU Purworejo, Dr. H. Mustadin Taggala, S. Psi., M.Si., yang juga merupakan tokoh nasional sebagai Andalan Nasional Gerakan Pramuka Kerjasama Luar Negeri.
“Dukungan ini memperkuat sinergi antara akademisi dan gerakan kepanduan,” ungkap Siti
Saat ini, STAINU Purworejo telah menjalin MoU selama lima tahun dengan Kwarcab Purworejo guna memastikan keberlanjutan program pelatihan ini.
Sebagai langkah jangka panjang, Prodi PGMI sedang mempersiapkan pembentukan Gugus Depan (Gudep) internal kampus. Hal ini diharapkan menjadi wadah resmi yang stabil bagi mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan kepanduan mereka.
“Harapan saya, Gugus Depan ini tetap eksis dan berjalan sesuai ritme. Saya tidak ingin ada ‘seleksi alam’ yang membuat kegiatan ini berhenti. Gudep harus tetap berdiri dan eksis sampai kapanpun untuk mencetak pembina-pembina tangguh,” tutup Siti Anisatun. (Jon)





