Buktikan Kualitas Sekolah Pinggiran, SMK ii Kutoarjo Sabet Dua Gelar Juara 1 LKS 2026

oleh
Kepala SMK ii Kutoarjo, Shinta Kusumastuti, ST., M.Pd., bersama tiga siswa berprestasi di LKS - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Institut Indonesia (ii) Kutoarjo berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026.

Meski sering dianggap sebagai sekolah pinggiran, SMK ii Kutoarjo membuktikan taringnya dengan membawa pulang dua predikat Juara 1 dan satu predikat Juara 2.

Prestasi membanggakan tersebut diraih oleh Ahmad Fahrur Romadhoni (Kelas XI Teknik Pemesinan) yang menjadi yang terbaik di mata lomba CNC Milling, serta Arif Prasetyo (Kelas XII TSM) yang meraih Juara 1 pada cabang Teknik Perawatan dan Perbaikan Sepeda Motor. Selain itu, Fajar Prastowo (Kelas XII TP) turut menyumbang piala sebagai Juara 2 di bidang Metrology.

Kepala SMK ii Kutoarjo, Shinta Kusumastuti, ST., M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini, terutama karena ini merupakan kali pertama sekolahnya meraih Juara 1 di kedua cabang tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari ekosistem sekolah yang solid.

“Prestasi itu saling berkaitan. Tidak hanya sarana prasarana, tapi juga ada peran guru pendamping dan semangat siswanya. Di jurusan Mesin dan TSM, gurunya kompeten, anaknya tangguh, dan sarana sekolah mendukung,” ujar Shinta, Rabu (21/01/2026).

Namun, ia juga memberikan catatan evaluasi, khususnya pada jurusan Listrik yang tahun ini belum berhasil membawa pulang piala akibat kendala kurangnya tenaga pendidik pembimbing. Hal ini menjadi komitmen sekolah untuk segera melakukan pembenahan tenaga pengajar di masa depan.

Menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat Provinsi, SMK ii Kutoarjo mulai menyusun strategi khusus. Pihak sekolah berencana menggandeng Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk memperkuat mental dan keterampilan siswa.

“Target kami di Provinsi tidak muluk-muluk, masuk tiga besar saja kami sudah sangat bersyukur. Kami akan berusaha maksimal dengan kemampuan yang ada,” tambah Shinta.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras siswa, sekolah memberikan apresiasi berupa beasiswa bebas SPP. Peraih Juara 1 mendapatkan bebas SPP selama 6 bulan, sementara peraih Juara 2 mendapatkan 3 bulan.

Melalui kemenangan ini, Shinta berharap masyarakat dapat melihat SMK ii Kutoarjo dari sisi yang berbeda.

“Pencapaian ini menjadi lecutan bagi guru dan siswa lain. Kami ingin membuktikan bahwa SMK ii bisa berprestasi meskipun berada di pinggiran. Harapan kami, ini bisa mengubah citra negatif yang mungkin selama ini melekat dan membantu dalam proses PPDB mendatang,” pungkasnya. (Jon)