Bantu UMKM Naik Kelas, BAZNAS Purworejo Beri Modal dan Branding Lewat Z-Mart

oleh
Kegiatan sosialisasi ZMart BAZNAS Purworejo, Kamis (22/01/2026), di gedung PLUT Dinas KUKMP - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purworejo resmi meluncurkan program Z-Mart (Zakat Mart) sebagai upaya nyata meningkatkan kelas usaha mikro, dalam hal ini warung kelontong.

Program ini diawali dengan kegiatan bertajuk Sosialisasi Program Z-Mart BAZNAS Kabupaten Purworejo dengan tema “Latihan Dasar Kelompok: Mengelola Warung Kelontong Secara Profesional”.

Acara tersebut berlangsung pada Kamis (22/01/2025) bertempat di Gedung PLUT Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Purworejo, K.H. Achmad Hamid, S.Pd.I., Wakil Ketua BAZNAS H. Sartu Ali Muhsin, S.Pd.I., serta Kepala Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo, Ir. Hadi Pranoto, yang juga bertindak sebagai narasumber.

Ketua BAZNAS Purworejo, K.H. Achmad Hamid, menjelaskan bahwa program ini menyasar 40 pelaku usaha warung kelontong yang memiliki potensi untuk berkembang.

Menurutnya, banyak warung di pelosok desa yang terpaksa tutup atau “mati suri” karena manajemen yang kurang tepat dan persaingan pasar modern.

“Kami melihat banyak warung di pinggir jalan yang manajemennya perlu dibenahi agar tidak bangkrut. Melalui Z-Mart, kami mendorong UMKM agar bisa mengelola warung dengan baik, mendapatkan keuntungan yang lebih layak, namun tetap tidak melupakan aspek spiritual atau ibadah dalam berbisnis,” ujar K.H. Achmad Hamid di sela kegiatan.

Wakil Ketua BAZNAS Purworejo, H. Sartu Ali Muhsin, merinci bahwa dari total 40 peserta, 30 orang didanai oleh BAZNAS RI dan 10 orang merupakan tambahan pendampingan dari BAZNAS Kabupaten Purworejo.

Para peserta merupakan pengusaha muda (usia 25-45 tahun) yang telah menjalankan usaha minimal satu tahun. BAZNAS memberikan stimulus berupa bantuan modal barang senilai Rp4 juta dan bantuan branding tempat usaha (Z-Mart) senilai Rp4 juta.

“Tujuannya adalah menghidupkan ekonomi dhuafa. Jika bantuan konsumtif biasanya habis sekali pakai, bantuan Z-Mart ini bersifat produktif. Kami ingin warung kecil ini nantinya bisa berkembang pesat, bahkan punya impian menjadi seperti minimarket modern,” jelas Sartu Ali Muhsin.

Agar program ini tepat sasaran, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan teknis. BAZNAS bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM (KUKMP) untuk memberikan pelatihan manajemen keuangan, teknis pengelolaan barang, hingga pengurusan izin usaha.

Selama satu tahun ke depan, para peserta akan dipantau secara rutin oleh pendamping khusus dari BAZNAS RI untuk memastikan usaha tetap berjalan dan berkembang.

“Ada manajemen kelompok dan grup komunikasi. Jadi kalau ada kendala atau ‘penyakit’ dalam usahanya, bisa segera diterapi bersama. Intinya, habluminallah (hubungan dengan Tuhan) lewat doa tetap jalan, dan habluminannas (ikhtiar bisnis) melalui manajemen yang baik juga harus jalan,” pungkas K.H. Achmad Hamid. (Jon)