‘Aisyiyah Purworejo Gelar Musypimda 1 dan Launching Batik Mahila Cahyoning Negoro

oleh
Launching batik 'Aisyiyah Mahila Cahyoning Negoro pada Musypimda 1 'Aisyiyah Purworejo, Minggu (11/05/2025) – foto: koranjuri.com

KORANJURI.COM – ‘Aisyiyah Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda)1 periode 2022-2027 di SMP Muhammadiyah Purworejo, Minggu (11/05/2025).

Bertema ‘Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Indonesia Berkeadilan’, Musypimda 1 diikuti 120 peserta dari unsur ranting, cabang dan daerah.

Secara seremoni, Musypimda 1 dibuka oleh Ketua PDM Purworejo Drs H. Pudjiono. Dia menyebut, bahwa ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan tentunya harus seimbang antara urusan domestik dan publik.

“Hadirnya selalu memberikan kemanfaatan pencerahan untuk lingkungan sekitar,” ujar Pudjiono.

Artinya, jelas Pudjiono, dakwah ‘Aisyiyah memang dakwah yang dinamis yang memperhatikan kondisi masyarakat sekitar dan selalu berkontribusi untuk memberikan manfaat.

“Karena berada di setengah periode, maka ‘Aisyiyah harus dengan jeli memperhatikan apa yang dibutuhkan masyarakat sehingga masyarakat Purworejo tentunya dirangkul, direngkuh untuk bersama-sama maju bersama ‘Aisyiyah,” pesan Pudjiono.

Nur Ngazizah, S.Si, M.Pd. Ketua PDA (Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah) Kabupaten Purworejo menjelaskan, tujuan dari Musypimda 1 ini membahas sampai sejauh mana program kerja yang sudah direncanakan itu berjalan.

“Kami dari pimpinan daerah dengan 7 majelis dan 3 lembaga tadi sudah melaporkan apa-apa yang direncakan dan apa-apa yang sudah berjalan, kendala dan lainnya,” ujar Nur Ngazizah di sela kegiatan.

7 majelis dan 3 lembaga ini, sebut Nur Ngazizah, meliputi Majelis Tabligh dan Ketarjihan, Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah, Majelis Kesehatan, Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan, Majelis Pembinaan Kader, Majelis Kesejahteraan Sosial, Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia,
Lembaga Budaya, Seni dan Olah Raga, Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana serta
Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah.

Pada Musypimda 1 juga ada sesi dinamika pimpinan cabang, dimana dari 15 cabang melaporkan program kerja yang sudah berjalan, kendala, hambatan dan apa yang akan dilakukan di setengah periode berikutnya.

Setelah Musypimda 1 ini, kata Nur Ngazizah, diharapkan majelis lembaga, cabang dan ranting memperbaiki, kira-kira program yang belum berjalan kendalanya apa kemudian di setengah periode kedepan dijalankan, sampai selesai periode ini.

“Atau mungkin ada hal-hal yang tidak diprogramkan tapi harus dilakukan,” terang Nur Ngazizah

Harapannya, kata Nur Ngazizah, dengan Musypimda 1 ini menjadi satu moment untuk evaluasi terkait dengan program-program kerja yang sudah berjalan, ataupun kendala yang dihadapi, sehingga nanti di setengah periode berikutnya akan bisa menemukan strategi-strategi yang bisa untuk menyelesaikan program kerja yang belum berjalan dan mencerahkan masyarakat.

“Ataupun melaksanakan program baru yang tentunya itu sesuai dengan gerak langkah dan dinamisasi ‘Aisyiyah terutama selepas Tanwir,” tutup Nur Ngazizah.

Pada Musypimda 1 juga diisi dengan paparan dari Dra. Titik Mintarsih, M.Pd., wakil dari ‘Aisyiyah pada Forum Kewaspadaan Dini yang dibentuk Bupati Purworejo.

Dalam paparannya Titik mensosialisasikan terkait kewaspadaan dini yang dimaksud, kontribusi ‘Aisyiyah serta tentang kekerasan pada perempuan dan anak, KDRT dan lainnya yang harus diwaspadai.

Dalam kegiatan Musypimda 1 ini juga dimeriahkan dengan Bazar UMKM dengan peserta dari masing-masing PCA yang menampilkan produk unggulan masing-masing, program ini tentunya bermanfaat untuk mengoptimalkan UMKM di cabang ranting Aisyiyah.

Juga ada launching batik ‘Aisyiyah karya Nurani anggota LBSO PDA Kabupaten Purworejo bertajuk ‘Mahila Cahyoning Negoro’.

Koleksi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Indonesia yang dikemas dengan pendekatan modern, elegan, dan penuh makna.

Mahila Cahyoning Negoro mengangkat sepak terjang, jejak-jejak ‘Aisyiyah dan karakter Perempuan dengan sebuah Gerakan Perempuan Berkemajuan. (Jon)