KORANJURI.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purworejo kembali menunjukkan peran strategisnya dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada penghujung tahun 2025 ini, BAZNAS Purworejo menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dengan nilai total mencapai Rp1.816.174.000,-.
Penyaluran dana tersebut menyasar ribuan penerima manfaat di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga kesehatan.
Acara pentasyarufan ini secara simbolis dilakukan oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., Kamis (18/12/2025) di Pendopo Kabupaten Purworejo. Bupatipun memberikan apresiasi tinggi atas kinerja transparan lembaga tersebut.
Ketua BAZNAS Purworejo, K.H. Achmad Hamid, S.Pd.I, merinci bahwa total dana penyaluran Rp1,8 miliar tersebut melalui Zakat Rp410.400.000,-, Infak Rp258.570.000,-, Via UPZ (Unit Pengumpul Zakat): Rp699.204.000,- dan Korwil: Rp448.000.000,-.
Khusus untuk penyaluran melalui UPZ, dana sebesar Rp699,2 juta dialokasikan kepada 2.386 penerima manfaat dengan rincian, Program Pendidikan Rp348.509.850,- (1.208 penerima), Program Kemanusiaan: Rp249.187.600,- (785 penerima), Program Ekonomi: Rp126.524.750,- (327 penerima), Bidang Kesehatan: Rp43.239.400,- (50 penerima), Dakwah & Advokasi: Rp22.398.400,- (16 penerima) serta Operasional: Rp9.254.000,-
Selain penyaluran rutin, BAZNAS Purworejo juga aktif dalam aksi kemanusiaan nasional dengan membuka donasi untuk bencana di Aceh dan Sumatera.
Di tingkat lokal, BAZNAS terlibat aktif dalam pengentasan stunting, penanggulangan Open Defecation Free (ODF), kegiatan TMMD, serta pembinaan mualaf bekerja sama dengan MUI Kabupaten Purworejo.
“Dalam hal kesiapsiagaan bencana, kami juga bersinergi dengan Pemda, BPBD, PMI, dan ormas lainnya guna memastikan respon cepat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar K.H. Achmad Hamid.
Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., menekankan bahwa peran BAZNAS sangat selaras dengan visi RPJMD 2025–2029, khususnya program “Sejahtera Wargane” dan “Religius Masyarakate”.
“Zakat bukan sekadar bantuan formalitas, melainkan alat untuk memperkuat ketahanan ekonomi. Saya berharap para mustahik (penerima) dapat memanfaatkan bantuan ini untuk mendorong kemandirian ekonomi, sehingga kualitas hidup meningkat dalam jangka panjang,” tegas Bupati.
Beliau juga mengajak para muzakki (pembayar zakat) untuk terus mempercayakan penyaluran ZIS melalui lembaga resmi seperti BAZNAS agar dampak yang dirasakan umat bisa lebih luas dan terkoordinasi dengan baik. (Jon)





