Bentuk Karakter dan Kedisiplinan Siswa, SMK Kesehatan Purworejo Gelar Pelatihan PKS

oleh
Foto bersama dalam pelatihan PKS Saka SMK Kesehatan Purworejo periode 2025/2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 44 siswa-siswi SMK Kesehatan Purworejo digembleng untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah melalui pelatihan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Rabu (12/11/2025).

Pihak sekolah menggandeng langsung Kanit Binmas Polsek Purworejo, Aiptu Alahudin Zuhri dibantu satu personel lainnya, untuk memberikan materi. Sebelum masuk ke materi teknis, Aiptu Zuhri menekankan satu hal fundamental, disiplin.

“Apapun cita-cita kalian, kuncinya adalah disiplin,” tegas Zuhri di hadapan para siswa.

Ia menegaskan bahwa anggota PKS adalah pelopor yang harus bisa mengajak teman-temannya untuk tertib, baik di dalam maupun di luar sekolah, terutama dalam berlalu lintas.

Para siswa pun dibekali materi utama, yakni 12 gerakan pengaturan lalu lintas. Gerakan krusial seperti “berhenti semua arah”, “jalan kanan kiri”, hingga “perlambat depan” dipraktikkan hingga mahir. “Diharapkan anggota PKS ini bisa menjadi contoh nyata bagi teman-temannya dalam ketertiban berlalulintas,” tambah Zuhri.

Usai pelatihan yang dilanjutkan dengan pelantikan PKS Saka periode 2025/2026, para anggota PKS ini akan langsung menjalankan program kerja, salah satunya adalah menyapa dan membantu menyeberangkan rekan-rekan mereka di pagi hari.

Namun, menurut Pembina PKS Yoga Wicaksono, S.Pd., tugas PKS jauh lebih luas dari itu. Mereka juga akan dilibatkan dengan kegiatan lain yang bisa diikuti oleh PKS.

“PKS itu kami buat menyenangkan. Tugasnya tidak hanya membantu menyeberangkan, tapi juga sebagai tauladan untuk pengamanan sekolah,” jelas Yoga.

Sejalan dengan Visi Sekolah
Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd. Ia menyambut baik antusiasme tinggi para siswa untuk bergabung dengan PKS.

Nuryadin menjelaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan pendekatan sekolah yang menerapkan konsep Multiple Intelegence.

“Di sekolah kami, tidak ada istilah anak bodoh. Kami melakukan pemetaan untuk mengetahui bakat dan minat setiap siswa, lalu kami kembangkan seluruh potensi itu,” terang Nuryadin.

Baginya, PKS adalah wahana yang sangat efektif untuk pembentukan karakter. Hal ini, lanjutnya, juga menjadi bagian pelaksanaan dari motto utama sekolah.

“Pelatihan PKS ini adalah bagian dari motto kami, 3T: Tertib Ibadah, Tertib Belajar, dan Tertib Berorganisasi,” pungkasnya. (Jon)