KORANJURI.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Serayu Selatan, mengambil langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian energi dan ketahanan pangan di tingkat komunitas.
Cabang Dinas ESDM baru-baru ini menyerahkan bantuan hibah berupa pembangunan fasilitas digester biogas berkapasitas 20 meter kubik kepada Kelompok Tani Ternak (KTT) Mutiara Makmur di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.
Panut Priyanto, ST MT, Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Selatan menjelaskan, penyaluran bantuan ini merupakan upaya konkret Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar fosil dan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.
“Desa Karang Duwur sendiri merupakan salah satu desa di pesisir selatan Kebumen yang berdekatan dengan kawasan Pantai Menganti,” jelas Panut, Rabu (26/11/2025).
Fasilitas yang diserahkan bersifat komprehensif, tidak hanya mencakup pembangunan digester utama, tetapi juga dilengkapi dengan sarana pendukung agar biogas dapat segera dimanfaatkan.
Paket bantuan lengkap tersebut, ungkap Panut, meliputi pembangunan digester biogas kapasitas 20 m3, 6 unit kompor biogas, 1 unit lampu gas, aksesoris dan pemipaan (piping) langsung hingga ke rumah warga.
Panut menyebut, sumber energi utama biogas ini berasal dari kotoran sapi ternak milik kelompok yang dikelola secara komunal. Sebelumnya, kotoran ternak ini berpotensi mencemari lingkungan karena sebagian besar dibuang langsung.
“Kini, melalui inovasi ini, limbah tersebut diolah menjadi dua produk bernilai ekonomi tinggi,” jelas Panut.
Selain menghasilkan energi biogas yang dapat dimanfaatkan untuk memasak dan mengurangi konsumsi Gas LPG, hasil sisa pengolahan digester atau yang disebut slurry dapat diolah menjadi pupuk organik, baik dalam bentuk pupuk cair (setelah proses pemisahan) maupun pupuk padat (setelah proses pengeringan).
Pemanfaatan pupuk ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.
Dengan adanya digester biogas ini anggota Kelompok Tani Ternak Mutiara Makmur yang sebagian besar berupa petani dan nelayan dapat menghemat pengeluaran rumah tangga mereka.
“Kita berharap bantuan digester biogas ini dapat dirawat dengan baik dan semoga bisa dikembangkan,” ungkap Panut.
Hal itu bisa dilakukan dengan perluasan penggunaan maupun dengan pemanfaatan pupuk organik yang dapat dihasilkan.
Menurut Panut, Kelompok Tani Ternak Mutiara Makmur juga telah menyampaikan komitmennya untuk mengelola bantuan ini secara berkelanjutan. (Jon)





