Capaian Kinerja DLHP Purworejo 2025, Realisasi Fisik Tembus 100 Persen

oleh
Kepala DLHP Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, ST - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo mencatatkan performa impresif dalam pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2025. Dinas ini berhasil menuntaskan realisasi fisik hingga 100 persen.

Kepala DLHP Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, ST mengungkapkan bahwa hampir seluruh agenda strategis telah rampung dilaksanakan sepanjang tahun ini. Capaian ini juga dibarengi dengan realisasi serapan anggaran yang mencapai 94,53 persen.

“Untuk kegiatan tahun 2025, hampir semuanya sudah terlaksana dengan realisasi fisik menyentuh angka 100 persen,” ujar Wiyoto, Kamis (01/01/2026)

Salah satu poin krusial yang diselesaikan tahun ini, kata Wiyoto, adalah Review Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk rencana detail tata ruang kawasan Badan Otorita Borobudur.

Langkah ini dinilai vital untuk memastikan pembangunan di penyangga destinasi super prioritas tersebut tetap berwawasan lingkungan.

Selain itu, DLHP juga memberikan perhatian khusus pada pengelolaan keanekaragaman hayati.

“Tercatat, pengelolaan taman seluas 33 hektar dan operasional Kebun Raya Heroes Park menjadi fokus utama dalam menjaga paru-paru kota dan ruang terbuka hijau bagi masyarakat Purworejo,” ujar Wiyoto.

Di sektor persampahan, DLHP memberikan stimulan nyata melalui Hibah Bank Sampah kepada 12 kelompok masyarakat. Paket bantuan ini mencakup kendaraan motor roda tiga dan gerobak sampah, timbangan digital dan gerobak sorong, tempat sampah terpilah untuk edukasi pemilahan dari sumbernya.

Tak hanya itu, penguatan kapasitas internal juga dilakukan melalui operasional Laboratorium Lingkungan. Selain melakukan pengujian rutin pada tiga daerah aliran sungai (DAS) utama, DLHP juga tengah mempersiapkan akreditasi laboratorium serta meningkatkan kapasitas 7 personel ahli.

Dalam fungsi kontrol, DLHP telah melakukan pengawasan ketat terhadap 40 pelaku usaha terkait kepatuhan persetujuan lingkungan.

Upaya preventif juga dilakukan melalui pendampingan gerakan peduli lingkungan, seperti Saka Kalpataru, Kampung Iklim (Proklim), dan program Sekolah Adiwiyata.

Sementara itu, di sektor ketahanan pangan, DLHP menyalurkan hibah kepada 24 kelompok pembudidaya perikanan. Bantuan yang diberikan berupa benih ikan lele, gurame, dan nila untuk mendongkrak ekonomi lokal para peternak ikan di wilayah Purworejo.

“Seluruh capaian ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keseimbangan ekologi sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat,” pungkas Wiyoto. (Jon)