KORANJURI.COM – Kepala SMPN 1 Purworejo Tuwuh Sutrisno, S.Pd., M.M.Pd., secara seremoni meresmikan proyek pengembangan pembangunan Mushola Daarul Ilmi SMPN 1 Purworejo, Kamis (26/06/2025) malam, tepat di malam 1 Suro.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Tuwuh, yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Panitia Pengembangan Pembangunan Mushola Nurmantoro, S.Pd., yang diserahkan kepada Tuwuh, dan oleh Tuwuh diserahkan kepada takmir mushola.
Pada kegiatan yang juga dihadiri jajaran komite ini, Tuwuh menyebut, bahwa kegiatan pengembangan mushola Daarul Ilmi ini selesai dalam waktu 2 bulan, dengan menelan anggaran sekitar Rp217 juta.
“Di luar ekspektasi, baik dari kwalitas bangunan maupun waktu pengerjaan dari yang awalnya tidak ada target selesainya kapan,” ujar Tuwuh.
Tapi ternyata, kata Tuwuh, begitu semangatnya dari dukungan orangtua, sesepuh, intern sekolah serta paguyuban orangtua dan paguyuban alumni, Alhamdulillah selesai dalam waktu dua bulan.
Diresmikannya proyek pengembangan pembangunan Mushola Daarul Ilmi ini tepat di malam 1 Suro, menurut Tuwuh, karena moment tersebut dirasa paling pas, meski secara umum semua hari itu baik.
Tuwuh menyebut, tujuan dari pengembangan, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seluruh siswa, dengan mewajibkan siswa melakukan sholat Duhur berjamaah di mushola, kecuali yang sedang berhalangan. Karena keterbatasan tempat, pelaksanaan sholat Duhur berjamaah ini tidak bisa berjalan maksimal.
“Karena itu tim sekolah berencana untuk mengembangkan mushola, supaya sholat berjamaah bisa dilakukan satu kelas dalam satu angkatan dan dilaksanakan bergantian,” terang Tuwuh, yang didampingi Ketua Panitia Nurmantoro.
Setelah dilakukan pengembangan pembangunan ini, mushola yang dulunya hanya memiliki luas 8×8 meter atau 64 meter persegi, kini luasnya menjadi 16×8 meter atau 128 meter persegi. Sekarang menjadi lebih luas, lebih representatif dengan penambahan serambi untuk kegiatan keagamaan siswa.
Tuwuh mengungkapkan, sudah dua tahun belakangan ini mushola Daarul Ilmi ini memiliki takmir yang dikelola oleh siswa. Setelah mengalami pengembangan, untuk selanjutnya mushola tetap dikelola takmir dengan pembimbing guru Agama Islam dan sejumlah guru lainnya.
“Saya pesan kepada takmir supaya dimakmurkan. Mushola sepenuhnya untuk kegiatan peningkatan iman dan taqwa para siswa,” pesan Tuwuh.
Jika wacana lima hari kerja terealisasi, mushola Daarul Ilmi ini nantinya juga akan berubah menjadi masjid dan digunakan untuk sholat Jum’at. Setiap hari siswa juga akan melakukan sholat Duhur dan Ashar berjamaah.
Setelah selesai pengembangan ini, menurut Tuwuh, akan dilakukan pengembangan lagi dengan penambahan tempat wudhu. Karena jumlah siswa banyak, agar tidak terjadi antrean saat wudhu pada sholat berjamaah, mengingat jeda waktu sholat Duhur sangat terbatas, maka penambahan tempat wudhu sangat diperlukan.
“Untuk ‘menghidupkan’ mushola ini, waktu sholat Maghrib dan Isya bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar serta mantan-mantan guru yang masih setia untuk memakmurkan mushola ini,” harap Tuwuh.
Nurmantoro menambahkan, pengembangan pembangunan Mushola Daarul Ilmi ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keimanan siswa.
“Dengan adanya mushola yang lebih representatif ini, diharapkan siswa dapat lebih khusyuk dalam beribadah dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain itu, pengembangan mushola juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
“Dengan adanya mushola yang lebih baik, siswa dapat lebih mudah mengakses kegiatan keagamaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya beribadah,” pungkas Nurmantoro. (Jon)





