Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Purworejo-Bapanas Bersinergi Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem

oleh
Tim Bapanas RI saat berkunjung ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo pada Senin (24/11/2025) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemerintah Kabupaten Purworejo, yang dipimpin oleh Bupati Yuli Hastuti, S.H., memperkuat komitmennya dalam memastikan ketahanan pangan dan menekan angka kemiskinan ekstrem melalui sinergi dengan Badan Pangan Nasional RI (Bapanas).

Penguatan kolaborasi ini ditandai dengan kunjungan Tim Bapanas RI ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo pada Senin (24/11/2025).

Kunjungan ini berfokus pada evaluasi dan percepatan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk periode Oktober-November 2025 di Purworejo, sekaligus menjadi momen bagi Bapanas untuk menyerap aspirasi langsung dari daerah.

Bupati Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapanas RI atas dukungan strategis ini, yang dinilai sangat membantu masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih, berkat bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk masyarakat. Walaupun hanya 10 kg, tetapi memang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati melaporkan kemajuan signifikan dalam penyaluran bantuan pangan di wilayahnya.

Periode Juni-Juli 2025, Pemkab Purworejo sukses menuntaskan 100% penyaluran bantuan pangan (beras dan minyak goreng) kepada 65.418 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di 494 desa/kelurahan.

Periode Oktober-November 2025, dari kuota 64.204 PBP, hingga tanggal 24 November 2025, telah tersalurkan sekitar 45,96% atau kepada 29.506 PBP di 7 kecamatan.

“Adapun sisanya masih dalam proses distribusi sambil menunggu ketersediaan minyak goreng,” kata Bupati.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, dr. Tolkha Amaruddin, Sp.THT., M.Kes., dan pejabat terkait lainnya juga turut mendampingi dalam pertemuan tersebut.

Bupati Yuli Hastuti menekankan bahwa penyaluran CPP bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga merupakan strategi vital dalam menurunkan angka kemiskinan.

Bupati juga memohon agar bantuan bahan pokok penting, khususnya beras dan minyak goreng, dapat terus diupayakan dan jumlah kuota PBP diperluas.

Permintaan peningkatan kuota ini secara khusus ditujukan untuk menjangkau masyarakat di desa-desa dengan status kemiskinan ekstrem.

Bupati menilai bahwa upaya penurunan kemiskinan ekstrem melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja masih belum memadai.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Bapanas, Sartono, menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi yang telah terjalin baik demi memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif di Purworejo. (Jon)