Esemkapurwa Purworejo jadi Tuan Rumah Rakorwil LPCR eks Karesidenan Kedu

oleh
Foto bersama dalam Rakorwil LPCR yang berlangsung di Esemkapurwa Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah (LPCR) se eks Karesidenan Kedu, menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil).

Bertempat di Esemkapurwa Purworejo, Minggu (27/07/2025), Rakorwil dibuka oleh Ketua LPCR PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. Suwarno.

Dalam sambutannya, Prof Suwarno meminta LPCR Se Kedu fokus untuk menambah jumlah cabang dan ranting di masing-masing Kabupaten/ kota.

Disebutkan, bahwa Muhammadiyah Jawa Tengah merupakan pemilik cabang dan ranting terbanyak di Indonesia. Jika Muhammadiyah Jawa Tengah berkembang pesat akan sangat berpengaruh terhadap progres nasional.

“Muhammadiyah di eks Karesidenan Kedu mempunyai banyak Amal Usaha Unggulan, mulai dari sekolah sampai dengan rumah sakit,” kata Prof Suwarno.

Mewakili tuan rumah, ketua PDM Purworejo, Drs.H. Pujiono menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan wilayah yang telah berkenan menunjuk Esemkapurwa Purworejo sebagai tempat rakorwil LPCR eks Karesidenan Kedu yang ke-3 periode Muktamar 48.

Pujiono mengungkapkan, Cabang Muhammadiyah Purwodadi merupakan salah satu cabang yang terbesar setelah Purworejo dan Kutoarjo.

“Amal usahanya lengkap dan termasuk dalam katagori unggulan,” ujar Pujiono.

Wakil Ketua PDM Purworejo yang membidangi LPCRPM, Sumarjo, S.Fil.I., M.Pd., menyambut gembira dengan dijadikannya Esemkapurwa Purworejo sebagai tuan rumah rakorwil LPCR eks Karesidenan Kedu.

“Dengan bertemu, kita tidak merasa berjuang sendiri. Ternyata saudara kita di kabupaten dan kota lainnya juga sama-sama sedang berjuang untuk mengembangkan Muhammadiyah,” ujar Sumarjo.

Dalam Rakorwil yang dihadiri ketua, sekretaris dan bendahara Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting di tiap-tiap kabupaten dan kota, Koordinator Kedu Dr. Encep Saifudin menyampaikan bahwa LPCR harus kreatif dalam berdakwah dan pengembangan ranting.

“Tentunya dengan pendekatan yang bisa diterima oleh masyarakat awam,” kata Encep.

Nurminto, salah satu anggota LPCR Jateng dalam satu sesinya memberikan materi Pendataan Cabang dan Ranting dengan Aplikasi SICARA.

“Dalam berorganisasi kita harus rapi. Semua harus ada datanya, sehingga bisa dibaca dengan jelas seberapa kekuatan Muhammadiyah riilnya,” kata Nurminto.

Dalam Rakorwil yang berlangsung sehari itu diperoleh kesimpulan, bahwa LPCR harus fokus menambah jumlah cabang dan terutama ranting. Pada Muktamar ke-49 dua tahun lagi, Jawa Tengah harus menjadi LPCR terbaik karena jumlah cabang dan rantingnya bertambah secara signifikan. (Jon)