Gagas Tiga Raperda Inisiatif, Tiga Isu Penting Ini Jadi Bahasan DPRD Purworejo

oleh
Suasana pertemuan Komisi IV DPRD Purworejo dengan sejumlah OPD untuk membahas rencana inisiatif tiga Raperda - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Selasa (19/08/2025), mengadakan pertemuan dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas rencana inisiatif tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) yang sangat penting bagi masyarakat Purworejo.

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Purworejo, Kepala DP3APMD Purworejo, serta perwakilan dari Bagian Hukum Setda Kabupaten Purworejo.

Ketua Komisi IV DPRD Purworejo, Sri Sulistiowati, menjelaskan bahwa rapat kali ini fokus pada tiga isu penting yang sangat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat Purworejo.

Pertama, penanganan stunting yang angka prevalensinya masih cukup tinggi di Purworejo.

“Saat ini angka stunting masih di atas 14 persen, sedangkan target di akhir masa jabatan bupati adalah 0 koma sekian persen. Oleh karena itu, kami berinisiatif membuat Raperda penanganan stunting,” katanya.

Kedua, Komisi IV juga mendorong lahirnya Raperda tentang BPJS Ketenagakerjaan bagi tenaga non formal, khususnya kader posyandu yang selama ini hanya mendapatkan insentif minim.

“Kader posyandu sudah puluhan tahun bekerja, tetapi belum mendapat perlindungan jaminan sosial. Kami ingin melalui perda nanti, mereka bisa di cover melalui APBD maupun dana desa,” tambahnya.

Ketiga, Raperda tentang pelayanan cek kesehatan gratis. Menurut Sri, program pemeriksaan kesehatan yang ada saat ini belum menjangkau seluruh masyarakat.

“Banyak warga yang belum memanfaatkan karena berbagai alasan, padahal deteksi dini sangat penting. Dengan perda ini, desa dan OPD terkait bisa lebih mendorong masyarakat agar sadar kesehatan,” sebutnya.

Dengan adanya tiga Raperda inisiatif ini, kata Sri, diharapkan masyarakat Purworejo dapat menikmati kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.

“Komisi IV DPRD Purworejo berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” pungkas Sri Susilowati. (Jon)