KORANJURI.COM – UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) menggelar Pelatihan Pemasangan Rangka Atap dan Rangka Plafon Baja Ringan.
Pelatihan yang berlangsung satu hari penuh pada Senin (13/10/2025) ini disambut antusias oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang. Pelatihan ini diadakan secara gratis.
Deni Yuda Irawan, trainer dari HAPI, sebuah asosiasi bagi para aplikator di seluruh Indonesia, mengungkapkan bahwa para peserta dibekali materi yang komprehensif, mencakup teori dan praktik dasar-dasar baja ringan.
“Teorinya terkait pemasangan baja ringan yang baik dan benar, standarnya seperti apa, cara memotong, cara menggunting, hingga cara memilih baja ringan yang baik dan berkualitas,” jelas Deni di sela kegiatan.
Setelah sesi teori, pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung.
Deni menambahkan, pelatihan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di BLK Purworejo, meskipun HAPI sendiri rutin mengadakan kegiatan serupa secara berkeliling di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini selaras dengan visi pemerintah untuk mewujudkan SDM unggul.
“Supaya tukang-tukang, khususnya baja ringan, tahu pemasangan yang baik dan standar seperti apa. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan, seperti roboh dan lainnya, tidak terjadi lagi,” terang Deni.
Ia berharap, pelatihan ini dapat mengedukasi para aplikator bahwa pemasangan baja ringan tidak boleh asal. Karena banyak yang mengaku bisa, namun belum tentu betul.
Dengan bekal keterampilan bersertifikat ini, para aplikator baja ringan diharapkan dapat bekerja lebih profesional, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Bagi para peserta diharapkan dapat menularkan ilmu yang didapat kepada aplikator lainnya,” harap Deni.
Kepala UPT BLK Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, Arisah, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kolaborasi dengan HAPI ini.
“Setelah mendapatkan pelatihan ini, para peserta bisa mengaplikasikannya di dunia kerja,” pungkas Arisah, memastikan bahwa setiap peserta juga mendapatkan sertifikat sebagai bukti kompetensi. (Jon)





