Guru SMKN 4 Purworejo Didorong Terapkan Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna dan Menggembirakan

oleh
Foto bersama usai pelaksanaan workshop Deep Learning di SMKN 4 Purworejo – foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Guru-guru di SMKN 4 Purworejo, didorong menerapkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.

Hal itu mengemuka dalam gelaran Workshop Implementasi Pembelajaran Deep Learning dan Sosial Emosional, Jum’at (13/06/2025), di SMKN 4 Purworejo.

Pada kegiatan yang diikuti seluruh guru ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., dosen Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR).

Dalam paparannya, Prof. Suyitno menjelaskan, bahwa Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan tiga prinsip utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

“Pembelajaran mendalam tidak hanya berbicara soal capaian akademik, tetapi bagaimana peserta didik memahami makna dari proses belajar itu sendiri. Guru harus menciptakan suasana yang memicu rasa ingin tahu, relevansi kehidupan nyata, dan tentunya menyenangkan,” kata Prof. Suyitno.

Dalam kegiatan sehari ini, berlangsung secara interaktif, dengan diskusi dan studi kasus yang melibatkan seluruh peserta secara aktif.

Guru-guru terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan dan menyatakan siap mencoba menerapkan prinsip-prinsip deep learning dalam pembelajaran sehari-hari.

Prof. Suyitno menilai, dengan kegiatan ini, SMKN 4 Purworejo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama melalui penguatan kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.

Atas terlaksananya kegiatan ini, Kepala SMKN 4 Purworejo, Purwanti, M.Par., menyambut baik. Dia berharap, agar kegiatan ini mampu membuka wawasan para guru terhadap pentingnya pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam di lingkungan SMK.

Menurutnya, workshop ini dapat memberikan gambaran yang jelas kepada guru tentang bagaimana pembelajaran mendalam dapat diterapkan dalam proses belajar-mengajar di SMK.

“Tidak hanya sekadar menyampaikan materi, tetapi bagaimana membangun pemahaman yang lebih dalam dan relevan bagi peserta didik,” pungkas Purwanti. (Jon)