Gus Abduh dan Rudi Hartono Serap Aspirasi Pertanian-Pendidikan Warga Purworejo

oleh
Reses Gus Abduh anggota DPR RI dari PKB dan Rudi Hartono, anggota DPRD Purworejo dari Fraksi PKB, Minggu (25/01/2026) di Desa Sambeng, Bayan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah (Gus Abduh), menunjukkan aksi nyata kolaborasi lintas tingkat legislatif dengan menggelar kegiatan Kun Dapil Kelima DPR RI masa sidang 2025/2026 di Dapil VI Jateng, bersamaan dengan Reses Masa Persidangan I Tahun 2026 yang digelar oleh Rudi Hartono, Anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Minggu (25/01/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Mulyono Hadi, Desa Sambeng, Kecamatan Bayan ini dihadiri oleh sekitar 100 an konstituen terdiri dari warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perwakilan Fatayat.

Dalam pertemuan tersebut, isu klasik mengenai sektor pertanian dan pendidikan mendominasi keluhan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Bayan-Banyuurip.

Meskipun duduk di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum dan HAM, Gus Abduh menegaskan komitmennya untuk membantu aspirasi warga meski di luar bidang komisinya melalui kolaborasi antar-fraksi PKB.

“Aspirasi rata-rata di sini adalah pendidikan dan pertanian. Meskipun bukan di komisi saya, di PKB kami saling bahu-membahu. Saya akan sampaikan ini ke teman-teman di komisi terkait agar ada kerja konkret untuk konstituen di Purworejo,” ujar Gus Abduh.

Senada dengan hal tersebut, Rudi Hartono yang duduk di Komisi II DPRD Purworejo menyambut baik kehadiran legislatif pusat. Menurutnya, masalah kompleks seperti kelangkaan pupuk, irigasi, dan infrastruktur pendidikan memerlukan intervensi yang luas.

“Kami di daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari pusat. Dengan kehadiran Gus Abdu, prosesnya tentu bisa lebih cepat dan cakupannya lebih luas,” kata Rudi.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa poin krusial disampaikan oleh warga. Kyai Idris dari Bayan mengungkapkan kendala TK Masyitoh yang hingga kini belum memiliki gedung sendiri meski lahan sudah tersedia.

Menanggapi hal ini, Rudi Hartono menginformasikan adanya peluang bantuan di tahun 2027 dan siap mengawal proposal tersebut ke dinas terkait.

Kades Sambeng, Toni Irawan, mengeluhkan pemotongan Dana Desa hingga 65% yang menghambat pembangunan fisik. Ia meminta bantuan untuk pembangunan jaringan tersier pertanian dan rabat beton.

Mulyono Hadi dari Kelompok Tani Maju Lancar menyampaikan kebutuhan benih lele. Namun, Rudi Hartono menyarankan agar kelompok tani berani mengajukan bantuan yang lebih variatif, seperti jenis ikan lain atau alat pertanian yang lebih modern.

Rudi Hartono juga memaparkan keberhasilan kolaborasi sebelumnya dengan DPRD Provinsi, di mana masalah kekeringan irigasi di wilayah tersebut mulai teratasi. Saat ini, pihaknya sedang memperjuangkan realisasi pembangunan bendungan serta penanganan hama dan bencana banjir yang kerap melanda Banyuurip.

Kegiatan reses ini ditutup dengan semangat kebersamaan. Selain Gus Abduh dan Rudi Hartono, hadir pula Sekretaris DPC PKB Purworejo, Thoha Mahasin, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya penyerapan aspirasi ini. (Jon)