Hadirkan Papan Serena, UMP Bantu Anak Binaan LPKA Kutoarjo Turunkan Distres Psikologis

oleh
Hadirkan Papan Serena, UMP Bantu Anak Binaan LPKA Kutoarjo Turunkan Distres Psikologis - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tim PKM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan inovasi intervensi psikologis berbentuk permainan bernama Papan Serena, yang dirancang khusus untuk membantu Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Kutoarjo dalam mengelola kesehatan mental.

Program ini melibatkan 40 Anak Binaan yang menjadi kelompok kontrol dan eksperimen.

Ketua tim mahasiswa, Rahma Aura Yuliani mengatakan tujuan dari penelitian ini adalah merancang permainan intervensi alternatif berbasis self-help yang menggabungkan layanan kesehatan mental berbasis komunitas dengan pendekatan psikologi Islam.

“Selain itu, efektivitas permainan akan diuji melalui pengukuran tingkat depresi, kecemasan, dan stres menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS-21),” ujar Rahma, Selasa (02/09/2025).

Sementara itu, dosen pendamping Ayu Kurnia, S.Psi., M.Psi., menambahkan, manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan kesejahteraan emosional dan spiritual Anak Binaan, memberikan rekomendasi intervensi kepada pihak LPKA, serta menghadirkan temuan baru dalam bidang psikologi forensik.

“Secara khusus, permainan ini membantu Anak Binaan mengelola stres dan emosi dengan lebih baik melalui nilai-nilai Islam seperti sabar, syukur, tawakal, dan peduli sesama,” jelas Ayu.

Lebih lanjut dijelaskan alumni Fakultas Psikologi Undip ini, bahwa bentuk permainan Papan Serena mirip dengan papan monopoli berukuran 60 cm tiap sisi. Permainan ini dilengkapi petak-petak berisi perintah, tantangan, dan penghargaan yang dikaitkan dengan psikologi Islam.

Empat kartu utama, kartu penerimaan diri, kartu spiritual, dan kartu dana umum, dan kartu afirmasi menjadi inti permainan. Selain itu, papan juga menampilkan visualisasi lembaga sosial untuk menumbuhkan empati dan interaksi sosial yang sehat di antara para pemain.

Kepala LPKA Kutoarjo, Ahmad Fauzi berharap permainan ini mampu menjadi media rehabilitasi yang menyenangkan sekaligus edukatif, sehingga dapat menurunkan tingkat distres psikologis Anak Binaan secara signifikan.

“Papan Serena diharapkan menjadi model intervensi berbasis komunitas dan psikologi Islam yang dapat diterapkan di berbagai LPKA di Indonesia, membantu Anak Binaan menemukan ketenangan batin serta kesiapan untuk kembali ke masyarakat,” kata Ahmad Fauzi. (Jon)

Anak binaan LPKA Kutoarjo tengah memainkan Papan Serena – foto: Koranjuri.com