IHT SMKN 2 Purworejo, Dosen PTO UMPWR Sampaikan Pendekatan Pembelajaran Deep Learning

oleh
Dwi Jatmoko, M.Pd., Kaprodi PTO UMPWR saat memberikan pendampingan pada peserta IHT saat simulasi - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Beberapa dosen Prodi PTO UMPWR (Universitas Muhammadiyah Purworejo) menjadi narasumber dalam IHT (In House Training) di SMKN 2 Purworejo.

Dalam IHT bertema ‘Penerapan Deep Learning Berorientasi pada Kemampuan Literasi dan Numerasi’ ini, berlangsung selama tiga hari, dari Selasa (10/06/2025) hingga Kamis (12/06/2025), diikuti jajaran guru di SMKN 2 Purworejo.

Beberapa dosen di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMPWR, khususnya dari Prodi PTO menjadi narasumber dalam kegiatan IHT tentang pembelajaran Deep Learning ini.

Di hari pertama, Selasa (10/06/2025), Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., memberi materi tentang filosofi maupun teori pembelajaran Deep Learning, dilanjutkan oleh Dekan FKIP, Assoc. Prof. Dr. Riawan Yudi Purwoko, S.Si., M.Pd., yang menguraikan tentang Implementasi pembelajaran Deep Learning di kelas maupun di sekolah.

Di hari kedua, Rabu (11/06/2025), narasumber Dr. Heru Kurniawan, M.Pd., dari Prodi Pendidikan Matematika UMPWR membawakan materi tentang modul ajar pembelajaran deep learning, yang dilanjutkan oleh Dr. Eko Setyadi Kurniawan, M.Pd., yang mengisi materi tentang teori assesment pembelajaran Deep Learning.

IHT di hari kedua diakhiri dengan Praktek dan Simulasi Asesmen Pembelajaran Deep Learning yang diisi oleh Dwi Jatmoko, M.Pd., selaku Kaprodi PTO UMPWR.

Dalam simulasi praktikum pembelajaran ini, guru-guru peserta membawa laptop dan catatan. Mereka mencatat, bagaimana membuat rubrik penilaian pada beberapa projek atau tugas maupun model asesmen pembelajaran Deep Learning.

Dwi Jatmoko menyebut, bahwa para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan simulasi. Mereka praktek membuat rubrik penilaian tentang Project Base Learning dan asesmen-asesmen yang lain.

“Buku referensi yang kita pakai yaitu Buku Classroom Assessment Techniques atau CATs, dimana referensi ini berasal dari E Book internasional yang ditulis oleh Thomas A. Angelo & K. Patricia Cross, dari California USA” ujar Dwi Jatmoko di sela kegiatan.

Dan itu digunakan, kata Dwi Jatmoko, dalam acuan untuk mengisi materi tentang asesmen pembelajaran deep learning. Sehingga aseseman pembelajaran tidak hanya pada pembelajaran sumatif maupun normatif, namun pembelajaran asesmen lain yang berkaitan dengan pembelajaran deep learning.

“Sehingga guru bisa membuat asesmen secara periodik,” terang Dwi Jatmoko.

Sesi akhir setelah simulasi, dilanjutkan dengan diskusi yang menarik. Para peserta, menurut Dwi Jatmoko, tampak antusias untuk mengetahui bagaimana pembuatan rubrik penilaian maupun asesmen pembelajaran Deep Learning secara benar dan menyenangkan.

“Karena asesmen dilakukan tidak hanya untuk siswa, tapi juga untuk guru agar pembelajaran lebih baik lagi,” kata Dwi Jatmoko, sambil menambahkan, di hari terakhir IHT disisi dengan pemberian self motivation dari narasumber lainnya.

Atas terlaksananya IHT ini, Kepala SMKN 2 Purworejo Dra. Elisabet Pancawati menyampaikan harapan besarnya terhadap hasil pelatihan ini.

Dia berharap seluruh guru dapat mengadopsi pendekatan pembelajaran Deep Learning secara konsisten dalam kegiatan belajar-mengajar, sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing lulusan SMK di masa depan.

“Kami ingin guru-guru kami tidak hanya mengajar, tapi juga membentuk cara berpikir kritis, reflektif, dan kreatif pada siswa. Ini adalah bagian dari transformasi pendidikan vokasi yang terus kami dorong,” ujarnya. (Jon)