KORANJURI.COM – Tata kelola pemeriksaan Imigrasi kini lebih moderen dan terintegrasi. Sistem kerja itu mulai diterapkan di Kanim Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta Galih P. Kartika Perdhana mengatakan, sistem itu merupakan pembaharuan tata kelola pemeriksaan keimigrasian. Bukan hanya menekankan aspek layanan, tapi juga memperkuat standar prosedur pemeriksaan.
“Sistem Kerja di TPI sekarang menghadirkan ekosistem digital terpadu mencakup seluruh alur pemeriksaan,” kata Galih, Selasa, 25 November 2025.
Sistem itu, kata Galih, mendorong optimalisasi penggunaan teknologi seperti autogate, perangkat biometrikbuntuk meningkatkan ketepatan pemeriksaan keimigrasian.
Ia mengatakan, pedoman itu mencerminkan komitmen Imigrasi dalam memperkuat fungsi pengawasan melalui pengelolaan data yang lebih profesional dan berorientasi pada keamanan nasional.
Jerry mengatakan, unit analisis penumpang berfungsi memantau pola perjalanan mencurigakan. Serta, memberikan rekomendasi terhadap potensi ancaman sebelum maupun selama proses pemeriksaan berlangsung.
Sebagai TPI dengan volume perlintasan internasional tertinggi di Indonesia, Imigrasi Soekarno- Hatta menyatakan kesiapannya mengimplementasikan Sistem Kerja TPI dan Pedoman Pengelolaan Unit Analisis Penumpang secara menyeluruh.
“Sebagai salah satu pintu masuk utama Indonesia, kami siap mendukung penuh penerapan Sistem Kerja TPI yang baru,” kata Galih.
Ia menambahkan, transformasi digital tidak akan berjalan optimal tanpa didukung SDM yang berintegritas tinggi.
“Transformasi digital hanya akan berhasil jika dijalankan oleh petugas yang beretika, profesional dan memegang teguh kepercayaan publik,” ujarnya.
Diluncurkan Ditjen Imigrasi
Direktorat Jenderal Imigrasi, Kemenimipas meluncurkan sistem kerja pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Sistem kerja itu juga mencakup Pedoman Pengelolaan Unit Analisis Penumpang pada TPI.
Sistem Kerja dan Pedoman ini diwujudkan melalui strategi BorderLink dengan slogan connecting the world, securing the border.
Peresmian ini dilakukan di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Plt. Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman mengatakan, sistem itu mengintegrasikan seluruh aplikasi dan data dalam proses pemeriksaan keimigrasian di TPI.
Mulai dari prosedur, tahapan pemeriksaan, pengambilan keputusan, hingga pelaporan ke ekosistem digital.
“Penerbitan pedoman unit analisis penumpang ini bertujuan memastikan pengelolaan data yang efektif dan profesional,” kata Yuldi.
Menurut Yuldi, integritas petugas harus jadi modal utama di TPI. Karena teknologi yang maju akan bermakna apabila dijalankan oleh SDM yang profesional, beretika, dan berkomitmen menjaga kepercayaan publik.
Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi Ditjen Imigrasi Suhendra menambahkan, BorderLink untuk perekaman data yang akurat antar aplikasi, pemanfaatan autogate secara optimal,
dan meningkatkan pengawasan kinerja petugas.
“BorderLink bukan sekadar transformasi digital, tapi pola pikir dan cara bertugas modern yang membentuk cara berpikir dan cara bertugas dalam menghadapi dinamika di TPI,” kata Suhendra. (Thalib)





