Tamsir menyebut, dalam prosesi pelantikan selalu ada tradisi sungkeman, yang mengandung makna yang sangat dalam. Dalam prosesi ini anak-anak memohon maaf pada orangtua masing-masing atas kesalahan dan dosa yang selama ini dilakukan baik sengaja atau tidak sengaja.
“Dalam sungkeman ini anak juga meminta doa restu agar dalam perjalanannya menempuh pendidikan diberikan kemudahan dan kelancaran serta menjadi insan yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujar Tamsir.
Disampaikan, bahwa para Pramuka Garuda yang dilantik saat ini merupakan generasi emas yang harus dipersiapkan di abad 21. Di tahun 2045, tepat 100 tahun Indonesia merdeka mereka ini nantinya benar-benar menjadi generasi emas.
Dimana saat itu, kata Tamsir, terjadi bonus demografi, suatu kondisi dimana populasi penduduk usia produktif lebih besar dari pada usia yang tidak produktif. Dan generasi emas ini harus dipersiapkan agar memiliki kompetensi di abad 21 yang dikenal dengan 4C, yakni creative thinking, critical thinking dan problem solving, communication dan collaboration.
“Dan Kwarran Purworejo berpartisipasi di dalam mempersiapkan kompetensi ini,” jelas Tamsir, sambil menyebut, kehadiran orangtua di acara pelantikan ini karena mereka benar-benar memiliki rasa tanggung jawab bersama untuk mempersiapkan putra-putrinya menjadi generasi emas.
Ketua Kwarcab Purworejo Pram Prasetyo Achmad menjelaskan, pelantikan Pramuka Garuda Kwarran Purworejo ini merupakan yang terbanyak dari pelantikan serupa di 16 Kwarran se Kabupaten Purworejo. Saat ini, dari target 1.450, total Pramuka Garuda yang telah dilantik di Kabupaten Purworejo ada 5.211. Jumlah ini masuk 5 besar se Jateng.





