Lestarikan Warisan Budaya, Wilcambidik Banyuurip Purworejo Gelar Lomba Tari Cingpoling untuk Siswa dan Guru

oleh
Salah satu penampilan peserta pada Lomba Tari Cingpoling se Wilcambidik Banyuurip, Purworejo, Sabtu (17/01/2026) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Purworejo terus menggencarkan upaya pelestarian seni tradisional asli daerah.

Salah satunya melalui gelaran Lomba Tari Cingpoling tingkat siswa dan guru se Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Wilcambidik) Kecamatan Banyuurip, yang berlangsung di Aula Gedung PGRI Kabupaten Purworejo, Sabtu (17/01/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., ini menjadi tonggak penting dalam mengenalkan kembali kekayaan budaya Purworejo selain Tari Dolalak.

Dalam sambutannya, Yudhie Agung Prihatno menyampaikan apresiasi tinggi kepada Korwilcambidik Banyuurip, K3S, dan KKG yang telah responsif mengadakan perlombaan ini. Ia menekankan bahwa Tari Cingpoling telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sejak tahun 2021.

“Ini hal yang sangat baik. Kami di Dinas memang sedang menggelorakan semangat nguri-uri kebudayaan. Lomba ini adalah pemicu agar anak-anak dan guru tidak hanya sekadar latihan, tetapi juga memiliki wadah untuk mengekspresikan diri sekaligus berprestasi,” ujar Yudhie.

Yudhie menambahkan bahwa ke depannya, pelestarian seni tradisional seperti Cingpoling dan Dolalak akan disinergikan dengan konsep “Sekolah Adibudaya”. Program ini dirancang untuk mendidik karakter siswa melalui seni dan budaya di tingkat TK, SD, hingga SMP.

“Harapannya, ketika orang bicara tentang Purworejo, tidak hanya ingat Dolalak, tapi juga Cingpoling. Saat ini grup yang asli tinggal sedikit di Kaligesing dan Pituruh, maka regenerasi melalui sekolah sangat krusial,” imbuhnya.

Yudhie menyebut, upaya Pemkab Purworejo dalam mempromosikan Cingpoling mulai membuahkan hasil. Belum lama ini, Tari Cingpoling menjadi duta resmi Kabupaten Purworejo dalam ajang perlombaan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mewakili Provinsi Jawa Tengah dan berhasil meraih predikat sebagai Penyaji Unggulan.

Dengan digelarnya lomba Tari Cingpoling se Wilcambidik Banyuurip ini, diharapkan oleh Yudhie kecamatan-kecamatan lain di Purworejo segera menyusul untuk mengadakan kegiatan serupa guna menjaga nyala api seni tradisi di kalangan generasi muda.

Senada dengan Kepala Dinas, Korwilcambidik Banyuurip, Ika Mery Widharningsih, S.Pd., menjelaskan bahwa lomba ini merupakan wujud nyata tindak lanjut (diseminasi) dari pelatihan Tari Cingpoling yang sebelumnya diselenggarakan oleh Disdikbud di tingkat kabupaten.

“Guru-guru yang sudah ikut pelatihan di Dinas kemudian mendiseminasikan hasilnya di kecamatan. Sebagai apresiasi, kami gelar lomba ini. Tercatat ada 25 peserta kategori siswa dan 8 peserta kategori guru (SD dan TK) mengikuti lomba ini,” jelas Ika, sambil menyebutkan kriteria penilaian dalam lomba ini, yang meliputi kreativitas, kekompakan, serta tata rias dan kostum kreasi.

Ika berharap ke depannya Tari Cingpoling dapat menjadi bagian dari kegiatan pembiasaan rutin di sekolah-sekolah di wilayah Banyuurip. (Jon)