Media Gathering Yakkum-Diskominfostasandi Purworejo, Membangun Jurnalistik Berperspektif Disabilitas dan Inklusif

oleh
Media gathering Yakkum-Diskominfostasandi Purworejo, Selasa (05/08/2025) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bertema ‘Peningkatan Kapasitas bagi Jurnalis dan Pegiat Media Sosial dalam Mengembangkan Jurnalistik yang Berperspektif Disabilitas dan Inklusif’, Pusat Rehabilitasi YAKKUM bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostasandi) Kabupaten Purworejo menggelar media gathering.

Berlangsung di RM ABK, Selasa (06/08/2025), media gathering diikuti puluhan peserta dari berbagai media dan penggiat media sosial.

Kepala Bagian Program Rehabilitasi Holistik Pusat Rehabilitasi YAKKUM, M. Aditya Setiawan, mengungkapkan bahwa dalam pemberitaan isu disabilitas, penting untuk memiliki pemahaman yang sejalan demi menyuarakan hal-hal positif.

Aditya menyebut, kadang ada pemberitaan yang terlalu vulgar, lalu disebarkan secara lengkap oleh akun medsos. Ini rawan ditiru oleh orang lain.

“Di sinilah pentingnya membangun persepsi bersama agar media tidak justru memperburuk situasi,” ungkap Aditya.

Ditambahkan, banyak praktik baik yang layak diangkat ke permukaan agar bisa menjadi contoh positif bagi masyarakat. Ia juga menyoroti peran strategis media dalam mendukung pembangunan yang inklusif.

Yakkum, menurut Aditya, sudah cukup lama hadir di Purworejo, tapi pihaknya merasa masih ada jarak dengan rekan-rekan jurnalis.

“Harapannya, lewat kegiatan ini bisa menjalin kedekatan dan kerja sama yang lebih erat untuk membangun pemberitaan yang inklusif,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, pihak YAKKUM juga menyinggung penghargaan yang baru saja diraih Bupati Purworejo Yuli Hastuti dari Pamomong Award, yang menobatkannya sebagai simbol kepedulian terhadap disabilitas.

Penghargaan ini dinilai dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan kelompok difabel, serta mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfostasandi Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya dalam menghadapi persoalan-persoalan sosial yang berdampak serius, seperti kasus bunuh diri.

Di Purworejo, terang Yudhie, kasus bunuh diri dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Ini berkorelasi erat dengan masalah kesehatan jiwa.

“Berdasarkan survei kesehatan jiwa, 1 dari 3 anak rentan mengalami kecemasan. Kalau dibiarkan, bisa berujung pada tindakan fatal,” paparnya.

Ia menekankan pentingnya edukasi yang terus menerus melalui pemberitaan yang bijak, dengan harapan ke depan tidak ada lagi anak-anak yang rentan mengalami tekanan berat.

“Peran jurnalis dan penggiat media sosial, sebut Yudhie, sangat krusial dalam menyampaikan pesan edukatif yang bisa meredam stigma, serta mendorong lahirnya kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Media gathering ini juga menghadirkan narasumber dari Solidernews Yogyakarta serta Mukhlis dari RSUD Prembun yang aktif mengelola konten media sosial terkait kesehatan mental dan disabilitas.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong praktik jurnalisme yang lebih inklusif dan berpihak pada kelompok disabilitas.

Media gathering ini dirancang sebagai ruang diskusi sekaligus penguatan perspektif dalam menyampaikan isu-isu disabilitas agar tidak menimbulkan stigma maupun dampak negatif di tengah masyarakat.

Di akhir kegiatan ada sesi tanya jawab dari para peserta yang ditujukan kepada narasumber. (Jon)