KORANJURI.COM – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar, Omah Ngaji Mbah Mangunredjo di Desa Ketangi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan cek kesehatan gratis dan kajian yang dikemas dalam bentuk bakti sosial.
Berlangsung Minggu (15/06/2025) di Omah Ngaji Mbah Mangunredjo, diikuti 90 an warga, dalam baksos cek kesehatan gratis ini bekerjasama dengan RS PKU Muhammadiyah Kutoarjo.
Secara seremoni, baksos kesehatan dan kajian dibuka oleh Kepala Desa Ketangi Suhartono, yang sangat mengapresiasi kegiatan ini.
“Semoga bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Desa Ketangi,” ujar Suhartono pada kesempatan tersebut.
Ustad Suhandi, pengasuh Omah Ngaji Mbah Mangunredjo selaku panitia kegiatan menjelaskan, sebelum cek kesehatan gratis dilakukan, ada pengajian yang disampaikan Ustad Taufiq dari Kutoarjo.
Dalam kajiannya, Ustad Taufiq menjelaskan tentang kesehatan berkaitan dengan baksos tersebut. Dalam salah satu contohnya, Ustad Taufiq mengupas jika manusia sampai kekurangan air liur maka akan bisa menyebabkan penyakit yang kompleks.
“Kurang air liur sedikit saja sudah luar biasa efeknya,” kata Ustadz Taufiq.
Ustad Suhandi menyebut, tercatat ada 99 peserta yang didominasi kaum wanita warga Desa Ketangi serta warga desa sekitar, mengikuti cek kesehatan gratis ini.
Dalam cek kesehatan gratis ini petugas dari PKU Muhammadiyah Kutoarjo melayani tensi darah, asam urat, kadar gula darah dan kolestrol. Setelah dicek dan teridentifikasi keluhan atau penyakitnya, maka langsung dikasih obat.
“Meski baru pertama digelar, Alhamdulillah mendapat respon positif dari warga,” ujar Ustad Suhandi.
Tujuan dari baksos ini, terang Ustad Suhandi, menyehatkan masyarakat sekitar sekaligus sebagai bentuk sosialisasi, supaya nama Omah Ngaji Mbah Mangunredjo lebih dikenal.
Selain itu, kata Ustad Suhandi, semoga juga bisa menjadi amal jariyah buat Mbah Mangunredjo almarhum.
Omah Ngaji Mbah Mangunredjo ini, kata Ustad Suhandi, dibawah naungan Himaya Foundation yang berpusat di Bekasi dan sudah berdiri sekitar 2 tahun silam sebagai tempat untuk menampung anak-anak yang mau belajar ngaji dan baca Al Qur’an.
Diberi nama Omah Ngaji Mbah Mangunredjo, menurut Ustad Suhandi, sebagai bentuk penghormatan dan mengenang Mbah Mangunredjo, kakek dari ibu Wening, pemilik Himayah Foundation, putra daerah kelahiran Ketangi.
“Sebenarnya tidak hanya anak-anak. Orangtua pun jika berkeinginan untuk mengaji atau baca Al Qur’an juga bisa. Saat ini yang ngaji 45 anak TPQ, remaja putri dan putra ada 23, Ummahat ada 30. Jumlah sekitar 100 santri,” pungkas Ustad Suhandi. (Jon)





