“Selama ini siswa hanya mengetahui tentang peninggalan-peninggalan bersejarah ini dari mapel. Dengan Outing Class ini mereka bisa melihat langsung, apa-apa saja benda-benda bersejarah itu,” ujar Supriyadi.
Menurutnya, kegiatan Outing Class ini sangat perlu dilakukan untuk pengenalan kepada siswa, bahwa ternyata di Kabupaten Purworejo sendiri punya sejarah untuk dipelajari sebagai pengetahuan. Agar mereka mencintai daerahnya sendiri. Kerena di tingkat SMP, sejarah lokal tidak dipelajari, namun hanya sebagai pengetahuan umum saja.
“Dengan kegiatan ini, harapannya anak-anak lebih mencintai daerahnya sendiri. Sebaiknya sering dilakukan supaya anak lebih mengenal Purworejo dan tak melupakan sejarah. Kita usahakan rutin tiap tahun dengan tempat yang berbeda-beda,” jelas Supriyadi.
Ahmad Faqih, S.Pd., guru mapel Seni Budaya menyampaikan, bahwa yang namanya budaya sudah muncul sejak jaman dulu dari prasejarah. Ini, kata Faqih, ada kaitannya dengan pelajaran seni budaya. Karena dari sejarah tersebut bisa diketahui sejarah awal dari perkembangan budaya di Indonesia terutama dari seninya
Dengan kunjungan ke museum, sebut Faqih, anak-anak akan diperkaya dengan pengetahuan tentang seni budaya, sejak kapan di daerahnya mulai muncul orang-orang kreatif dengan membuat sesuatu yang indah-indah.
Dengan berkunjung ke sentra kerajinan grabah di Wonoroto, Purworejo, diharapkan oleh Faqih, anak-anak menjadi tahu ternyata di daerahnya sendiri potensinya sangat besar. Segala sesuatu yang diambil dari alam sekitar ternyata bisa dibuat menjadi kerajinan yang bisa untuk kebanggaan daerahnya .
“Siswa praktek langsung pembuatan gerabah dari awal hingga akhir sampai proses pemasaran. Dan pemasaran ini ada kaitannya dengan IPS,” terang Faqih, yang berharap dari kegiatan ini siswa lebih percaya diri, sehingga mereka nanti berani untuk tampil dan kreatifitasnya bertambah.





