Ani Winarni, S.Si., guru mapel Prakarya mengungkapkan, pada Prakarya, dalam satu tahun ada dua aspek yang diajarkan, aspek kerajinan dan pengolahan. Yang bisa diambil dari mapel prakarya dalam kegiatan Outing Class ini, pada kerajinan gerabahnya.
“Bisa sebagai penambah pengalaman berharga bagi siswa. Dengan mengunjungi langsung ke kerajinan tanah liat, supaya siswa bisa langsung praktek sehingga dirinya mempunyai life skill atau ketrampilan hidup,” jelas Ani.
Selama ini, menurut Ani, pengetahuan tentang kerajinan gerabah hanya lewat mapel saja. Di sentra gerabah, anak diberikan pengetahuan, bagaimana cara membuat kerajinan tanah liat dari komposisi bahannya serta bahan-bahan yang digunakan.
“Harapan kami dari mapel Prakarya, kalau bisa untuk membekali anak dalam ketrampilan hidup. Jadi mereka nanti setelah lulus bukan sebagai pencari kerja namun pencipta lapangan pekerjaan,” harap Ani.
Kepala SMPN 38 Purworejo, Endang Wahyundari, S.Pd.,M.Pd., menyambut baik adanya kegiatan Outing Class ini, yang merupakan bagian dari pembelajaran atau kurikulum.
“Setahun sekali kita mengadakan Outing Class. Kebetulan khusus anak-anak kelas 9 ini belum kena P5, sehingga diambil solusi dengan pembelajaran di luar kelas ini,” jelas Endang.
Dia berharap dengan kegiatan Outing Class ini anak-anak bisa mengetahui budaya di Purworejo, bangga menjadi anak Purworejo dan mempunyai ilmu serta pemahaman tentang pembuatan gerabah, dari bahan, cara pembuatan serta pemasarannya. (Jon)





