“Untuk memacu perangkat daerah dan masyarakat agar terus menghadirkan inovasi-inovasi yang berkontribusi terhadap masyarakat dan juga upaya mendongkrak Indek Inovasi Daerah, kita melakukan berbagai upaya. Di antaranya adalah kompetisi inovasi bagi masyarakat maupun perangat daerah Kompetisi inovasi masyarakat yang kita kenal sebagai Krenova telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, untuk kompetisi inovasi perangkat daerah baru tahun ini kita selenggarakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa sampai dengan saat ini tercatat sudah ada kurang lebih 100 inovasi masyarakat serta 200 lebih inovasi perangkat daerah. Namun demikian, tantangan masih cukup berat dihadapi mengingat kematangan inovasi-inovasi tersebut masih perlu upaya yang besar untuk meningkatkannya.
Kematangan inovasi khususnya inovasi perangkat daerah dilihat dari beberapa hal, mulai dari proses pembangunannya, pengelolaannya, tingkat inovasinya/permasalahan yang diselesaikan sampai dengan tingkat kemanfaatannya.
“Terkait dengan kondisi kematangan inovasi perangkat daerah tersebut kita masih jauh dari target RPJMD, pada tahun 2023 ini justru Indek Inovasi Daerah kita mengalami penurunan dari 55 pada tahun 2022 menjadi 48 pada tahun 2023 ini. Namun demikian, masih dalam kategori Inovatif. Mudah-mudahan dengan kerja keras kita bersama Indek Inovasi Daerah kita dapat mencapai target RPJMD serta mencapai kondisi Sangat Inovatif pada tahun 2024,” tandasnya. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





