KORANJURI.COM – 0Kabar membanggakan datang dari kontingen Provinsi Jawa Tengah di ajang bergengsi PAI FAIR Tingkat Nasional 2025.
Perwakilan dari Kabupaten Purworejo, Ngumar dari SMK VIP Ma’arif NU 1 Kemiri, berhasil menorehkan sejarah dengan lolos ke babak nasional dan meraih Peringkat 6 atau Juara Harapan 3 pada cabang lomba Pidato PAI jenjang SMA/SMK.
Lomba PAI FAIR, yang dulunya dikenal sebagai Pentas PAI, diselenggarakan dari tanggal 29 November hingga 3 Desember 2025 di Mercuri Convention Center, Ancol, Jakarta, dan diikuti oleh 32 provinsi se-Indonesia.
Pendamping PAI FAIR Kabupaten Purworejo, Faizal, S.Ag., M.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya.
“Alhamdulillah, meski belum berhasil meraih kejuaraan, perwakilan Provinsi Jateng dari Purworejo bisa masuk 10 besar,” ujar Faizal, Kamis (04/12/2025).
Menurut Faizal, prestasi ini sangat membanggakan lantaran ini adalah kali pertama perwakilan dari Purworejo mampu melaju hingga ke tingkat nasional dalam ajang ini.
Di tengah persaingan yang sangat ketat, di mana Juara 1 diraih oleh Aceh, Juara 2 Sulawesi Tengah, dan Juara 3 Riau, posisi 6 yang diraih Ngumar adalah capaian yang luar biasa.
Meskipun sukses menembus 10 besar, Faizal mengakui adanya ruang untuk pembenahan di tahun mendatang. Berdasarkan pengalaman dan penilaian, aspek yang perlu ditingkatkan meliputi bahasa dan gaya, isi (konten), vokal dan intonasi, ekspresi dan gesture, serta kepercayaan diri.
Untuk Ngumar sendiri, Faizal menyebut ada sedikit kekurangan di beberapa aspek, antara lain, Bahasa dan Gaya kurang 2 poin dari maksimal, Isi (Konten) kurang 3 poin dari maksimal, Vokal, Intonasi, Ekspresi, Gesture, dan Kepercayaan Diri masing-masing kurang 1 poin dari maksimal
Menyikapi hal ini, Faizal menekankan pentingnya peningkatan persiapan di masa depan.
“Kedepan diharapkan untuk menghadapi event ini harus lebih banyak TC (Training Center), dari tingkat kabupaten hingga provinsi,” tegasnya.
Ia juga berharap adanya sinergitas dan pelatihan terus menerus dari semua elemen PAI, melalui ekstrakurikuler maupun intrakurikuler PAI di sekolah.
Guru-guru diharapkan terlibat langsung dan totalitas, mengingat banyaknya mata lomba yang ada di PAI FAIR jenjang SMA/SMK, seperti Debat PAI, Tilawah, Kaligrafi, Khitobah, dan Lagu Religi, Poster PAI, Konten Kreator PAI, Olimpiade PAI dan lain lain
“Kedepan, untuk semua elemen PAI perlu adanya peningkatan kompetensi, pembimbingan, pelatihan, dan pendampingan ke anak bisa lebih baik lagi serta adanya pembiasaan-pembiasaan dan kreativitas PAI,” tutup Faizal, optimis menyambut PAI Fair di tahun-tahun mendatang. (Jon)





