KORANJURI.COM – Mengawali semester genap tahun pelajaran 2025/2026, Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMP Kabupaten Purworejo menggelar seminar strategis bertajuk Potensi dan Problematika Remaja Gen Z di Purworejo.
Acara yang berlangsung di SMK Kesehatan Purworejo, Selasa (06/01/2026) ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan visi pendidikan di masa transisi siswa. Diikuti puluhan peserta guru BK, kegiatan ini juga dihadiri jajaran MKKS SMP Kabupaten Purworejo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., hadir secara langsung dan membuka kegiatan serta mengikutinya hingga selesai, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini.
Yudhie menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap karakter Gen Z adalah kunci menciptakan lingkungan sekolah yang ideal.
“Kegiatan ini penting untuk memperkuat pemahaman dan pendampingan terhadap potensi serta problematika remaja Gen Z, agar sekolah benar-benar menjadi ruang aman, sehat, dan bermakna bagi tumbuh kembang peserta didik,” ujar Yudhie.
Ketua MGBK SMP Kabupaten Purworejo, F. Sugeng Subagyo, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa seminar ini merupakan agenda rutin tahunan yang kali ini fokus pada tantangan kontemporer remaja.
Menurutnya, guru BK dituntut untuk terus memperbarui wawasan agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
“Isu-isu seperti tingginya intensitas penggunaan HP hingga fenomena fatherless menjadi perhatian kami. Kami berharap seminar ini memberikan spirit baru bagi guru BK dalam mendampingi siswa agar mereka mencapai perkembangan yang optimal, terutama dalam menentukan arah karier di sekolah lanjutan,” jelas Sugeng.
Dimoderatori oleh Arini Fadhilah, S.Pd., Gr., seminar ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Dwi Susi Herawati, S.Psi., dan Nuryadin, S.Sos., M.Pd., yang membedah sisi psikologis serta praktis dalam menangani dinamika remaja saat ini.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., mengaku bangga sekolahnya kembali dipercaya menjadi mitra MGBK SMP. Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan hingga akhir acara dinilai sebagai suntikan motivasi luar biasa bagi para pendidik, khususnya guru BK.
“Kami berharap guru BK dapat memahami visi-misi SMK Kesehatan Purworejo. Dengan begitu, guru BK dapat memberikan arahan yang tepat bagi siswa yang ingin mengembangkan karier di bidang kesehatan untuk bergabung bersama kami,” ujar Nuryadin di usia kegiatan.
Nuryadin menegaskan bahwa sinergi antara SMP dan SMK sangat krusial, mengingat guru BK adalah jembatan utama bagi siswa dalam memilih jalur karier. SMK Kesehatan Purworejo berkomitmen menjaga amanah dari para guru BK dengan mencetak lulusan yang berkualitas.
“Kami berkomitmen mendampingi siswa dengan prinsip 3T (Tertib Ibadah, Tertib Belajar, Tertib Organisasi). Target kami adalah lulusan yang anggun akhlaknya, unggul intelektualnya, serta siap kerja maupun kuliah,” tegas Nuryadin.
Dia berharap, melalui seminar ini, diharapkan terjadi keselarasan antara bimbingan di tingkat SMP dengan pengembangan potensi di SMK, sehingga generasi emas Purworejo mampu menjadi pemimpin masa depan Indonesia yang tangguh dan berkarakter. (Jon)





