KORANJURI.COM – SMK Batik Perbaik Purworejo kembali menggelar Batik Carnival #7, sebuah parade kreatif fashion show yang menampilkan keindahan dan kreativitas siswa dalam balutan kostum Carnival, Sabtu (23/08/2025).
Diikuti oleh 14 peserta dari kelas X dan XI, dalam Batik Carnival ini menampilkan hasil kreatifitas, inovasi siswa dan kolaborasi antar mapel yang diwujudkan dalam bentuk kostum Carnival.
Bak model profesional, para peserta berlenggak lenggok di atas catwalk. Mereka menampilkan performance terbaiknya, untuk mendapatkan perhatian tiga juri yang memberikan penilaian.
Kepala SMK Batik Purworejo, Yati Dwi Puspita Adi, S.Pd., mengatakan bahwa Batik Carnival menjadi platform untuk memamerkan keindahan dan kreativitas siswa Batik Perbaik dalam mengembangkan karakter, ketrampilan, dan pemahaman siswa melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif.
Dalam acara ini, kata Pipit, panggilan akrab Yati Dwi Puspita Adi, siswa menampilkan kreasi mereka yang ditampilkan dalam bentuk kostum Carnival, yang dibuat siswa dalam waktu sepuluh hari sebelum hari H, yang diawali dari ide yang dilanjutkan dengan proses pembuatan.
“Kostum-kostum ini tidak hanya indah, tetapi juga menunjukkan keunikan dan kreativitas siswa dalam menggabungkan batik dengan tema-tema yang berbeda,” ujar Pipit di sela kegiatan.
Untuk ide, dari masing-masing kelas sudah diberikan semacam panduan atau gambaran, sehingga mereka tinggal mengembangkan dengan bimbingan guru pendamping.
Video pembuatan kostum dari awal hingga akhir juga
dilombakan, yang penilaiannya meliputi kelengkapan informasi, kemudahan dipahami, kualitas teknis, serta isi dan pesan dalam video.
“Dari event tahunan ini diambil juara 1, 2, 3 serta juara Harapan 1, 2, 3, serta partisipan. Bahwa yang tidak memperoleh kejuaraan tetap diberikan reward,” ungkap Pipit.
Batik Carnival, menurut Pipit, merupakan Ikon SMK Batik Purworejo, yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya tiap tahun. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini.
Dan Alhamdulillah, menurut Pipit, kostum dari 2024 hingga 2025 sebanyak 28 kostum Carnival sudah habis dibooking (sewa) pihak lain untuk digunakan pada kegiatan karnaval lainnya.
Dari pengamatan, menurut Pipit, dari tahun ke tahun semakin ada peningkatan. Hal itu karena, usai fashion show ada semacam evaluasi dari juri sehingga kedepan dalam pembuatan kostum ini bisa lebih flexibel, lebih nyaman dan lebih baik lagi.
“Harapan kedepan, dari kegiatan Batik Carnival yang sudah berjalan selama 7 tahun ini tetap menjadi inspirasi bagi anak-anak dan inspirasi serta inovasi untuk masyarakat Purworejo,” kata Pipit.
Pada kegiatan ini, ada tiga juri yang memberikan penilaian, yakni Ganjar Widiantoro (desainer), Ayu (praktisi tari) dan Reni (alumni). Penilaian ini meliputi kreatifitas dan keunikan, kerapian dan keindahan, keserasian kostum dan make up, serta aksi panggung atau keluwesan dan ekspresi.
Ganjar Widiantoro, salah satu juri menilai, bahwa kostum sudah bagus namun dalam pembawaan masih banyak yang belum maksimal, terutama dalam ekspresi pembawaan kostum itu sendiri.
“Semoga kedepannya ketika tampil mereka lebih ekspresif dan lebih mengeluarkan pancaran, sehingga aura kostumnya lebih muncul,” ujar Ganjar memberikan sarannya.
Berikut judul kostum Batik Carnival #7 dari masing-masing peserta, X TJKT: Pesona Hijau Harmoni, X MPLB 3: Burung Cenderawasih, XI AKL : Raras Mawar Purworejoc, XI MP1 : Bagong cSang Legenda Jawa, XI RPL : Arjuna Sang Gagah Perkasa dari Tanah Jawa, XI MP3: Panah Cinta Nusantara, XI TKJ : Burung Beo Nuansa Biru.c
X PM: Purple Angel, X MPLB2: Si Cantik Mandar dari Hutan Rawa Pantai Ngombol, X PPLG : Srikandi Membawa Cerita, X AK : Blue Butterfly, XI BD: Burung Merak nan Cantiq, X MPLB 1: Harmoni Warisan Budaya Mordenitas Khas Gunungan Purworejo serta XI MP 2: Putri cvKeris Geni Pusoko. (Jon)





