KORANJURI.COM – SMK Kesehatan Purworejo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi mutu pendidikan. Pada Jumat (30/01/2026), sekolah ini resmi diverifikasi dan dinyatakan layak sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) tahun 2026 oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Asnakes Indonesia.
Proses verifikasi ini dihadiri langsung oleh tim asesor LSP Asnakes Indonesia serta jajaran Pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Jawa Tengah. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa sarana, prasarana, dan sistem pengujian di SMK Kesehatan Purworejo telah memenuhi standar industri yang ketat.
Bani Mustofa, S.Pd., M.Pd., selaku Pengawas SMK Cabdin Wilayah IX Jateng, memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan sekolah. Menurutnya, penggunaan skema LSP-P3 merupakan langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang diakui secara nasional.
“Melaksanakan verifikasi UKK dengan skema LSP-P3 ini luar biasa. Hal ini akan membekali siswa dengan standar yang benar-benar qualified, sehingga membantu menciptakan lulusan yang unggul dan sangat terstandar,” ujar Bani.
Beliau juga berpesan agar SMK Kesehatan Purworejo terus menjaga “tradisi mutu” yang selama ini telah menjadi ciri khas sekolah.
Dewi Puspitasari, S.Kep., Gr., MH.Kes., asesor dari LSP Asnakes Indonesia, menegaskan bahwa setelah melalui pengecekan mendalam, SMK Kesehatan Purworejo direkomendasikan penuh untuk menyelenggarakan uji kompetensi bagi jurusan Farmasi dan Keperawatan.
“Hari ini telah dilakukan verifikasi, dinyatakan layak dan kompeten sebagai TUK USK tahun 2026. Harapannya, anak-anak siswa jurusan Farmasi dan Keperawatan bisa lulus kompeten 100%,” tegas Dewi.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyambut baik hasil visitasi ini. Beliau menjelaskan bahwa proses pengecekan mencakup kesiapan data hingga kelengkapan alat-alat praktikum yang akan digunakan pada ujian minggu depan.
“Alhamdulillah, hasil visitasi menyatakan kita layak. Kami berharap anak-anak tetap mempertahankan prestasi tahun-tahun sebelumnya, yakni lulus 100% dan dinyatakan kompeten sebagai Asisten Tenaga Keperawatan dan Farmasi,” kata Nuryadin.
Ditekankan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar lembar kertas, melainkan modal utama bagi siswa. Jika memasuki dunia kerja,maka memiliki daya saing tinggi karena sudah memiliki sertifikat keahlian resmi.
“Dan jika siswa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, maka menjadi nilai tambah dan bekal dasar yang kuat saat melanjutkan kuliah di bidang kesehatan,” kata Nuryadin.(Jon)





