SMK Kesehatan Purworejo Gelar IHT Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Kewirausahaan, Ini Tujuannya

oleh
Foto bersama dalam IHT di SMK Kesehatan Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Kesehatan Purworejo menggelar In House Training (IHT) untuk mempersiapkan tahun ajaran baru 2025/2026. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru dan civitas akademika ini berlangsung selama dua hari, dari Jum’at (04/07/2025) hingga Sabtu (05/07/2025).

Menghadirkan dua narasumber, Kepala SMKN 1 Karanganyar, Kebumen Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., dan Robertus Arifin Nugroho, S.Si., M.Pd., Kepala SMA Kolese De Britto Yogyakarta, IHT mengangkat tema tentang Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Kewirausahaan.

Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyebut, IHT ini bertujuan untuk mengevaluasi materi-materi muatan kurikulum yang sudah dijalankan selama setahun lalu dan merumuskan capaian target kompetensi, pembelajaran, dan lainnya untuk setahun kedepan.

“Selain itu, IHT juga bertujuan untuk memahami perubahan kebijakan dari pemerintah terkait perubahan kurikulum dan target untuk satu tahun kedepan,” jelas Nuryadin di sela kegiatan.

Dalam salah satu materinya, Sehat Kandiawan menyampaikan tentang Pembelajaran Deep Learning atau pembelajaran yang mendalam.

“Dalam Deep Learning, pendekatan belajar menggabungkan 3 elemen utama, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning,” ungkap Sehat Kandiawan.

Dari Kepala SMA Kolese De Britto Yogyakarta, memberikan tambahan inovasi untuk studi tiru. SMA De Britto memiliki visi yang hampir sama dengan SMK Kesehatan Purworejo.

Bahwa SMK Kesehatan Purworejo visinya mewujudkan profil siswa yang Tertib Ibadah, Tertib Belajar, dan Tertib Berorganisasi, anggun akhlaknya unggul intelektualnya, simpatik menarik tenang meyakinkan

“Sehingga setelah lulus siswa SMK Kesehatan Purworejo siap kerja siap kuliah, siap bekerja sambil kuliah,” terang Nuryadin, didampingi Waka Kurikulum Setiawan Adi Nugroho, S.Pd.,Gr.

Setiawan menambahkan, tujuan dari Deep Learning adalah mengurangi beban siswa dan membuat siswa lebih nyaman di sekolah.

Dengan pendekatan Deep Learning, siswa dilibatkan dalam proses pembelajaran dan guru lebih menghargai kepada siswa.

“Tujuannya adalah membuat siswa menjadi nyaman di sekolah sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan pemerintah bisa tercapai,” pungkas Setiawan. (Jon)