KORANJURI.COM – SMK Patriot Pituruh di Purworejo secara resmi meresmikan Gedung Ruang Praktik Siswa (RPS) untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) pada Rabu (17/12/2024).
Fasilitas baru ini merupakan hasil dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMK tahun anggaran 2025 yang didanai melalui APBN. Kehadiran gedung ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) kompeten yang siap bersaing di dunia kerja global.
Secara seremoni, peresmian dilakukan oleh Kacabdin Pendidikan Wilayah VIII Jateng Maryanto, S.Pd., M.Sc., yang ditandai dengan pemukulan gong.
Pada kesempatan tersebut Maryanto menyebutkan, bahwa pendidikan berkualitas hanya bisa dicapai jika sarana dan prasarananya memenuhi standar industri.
“Guru akan lebih nyaman mengajar, dan siswa merasa aman serta tenang saat praktik,” tegas Maryanto.
Menurut Maryanto, revitalisasi sekolah menjadi bagian penting dalam menyiapkan SDM unggul dan berkarakter menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Di wilayah Cabdin VIII sendiri, kata Maryanto, terdapat 36 sekolah yang menerima bantuan serupa dari jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri. Khusus di Kabupaten Purworejo, terdapat empat sekolah terpilih, yaitu SMK Patriot Pituruh, SMK Muhammadiyah Purwodadi, SMA Negeri 2 Purworejo dan SMA Negeri 3 Purworejo.
Maryanto berharap, dengan adanya bantuan revitalisasi ini, kualitas pelayanan pendidikan di Jawa Tengah, khususnya di Purworejo, semakin meningkat.
Kepala SMK Patriot Pituruh, Haryoto, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung ini menelan biaya sebesar Rp1.953.000.000. Proyek ini dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) internal sekolah dengan durasi pengerjaan selama 120 hari.
Gedung ruang praktik yang dibangun memiliki ukuran 18 x 30 meter, dilengkapi fasilitas penunjang berupa toilet dan perabot, yang dirancang sesuai standar ruang praktik industri.
“Alhamdulillah, progres sudah 100 persen. Dengan fasilitas standar industri ini, kami ingin SMK Patriot Pituruh semakin dipercaya masyarakat sebagai tempat menempa keahlian,” ujar Haryoto.
Mendapatkan bantuan ini, menurut Haryoto, bukanlah perkara mudah. Pihak sekolah harus melalui serangkaian proses verifikasi dan bimbingan teknis (Bimtek) yang ketat sejak Juni 2025.
Juni 2025 mengikuti Pra-Bimtek selama tiga hari di bawah arahan Kementerian Pendidikan, 20 Juni 2025 penandatanganan MoU di Jakarta, 7 Juli 2025 peletakan batu pertama dan dimulainya konstruksi, Desember 2025 Pembangunan rampung dan siap digunakan.
Meskipun saat ini fokus pada bangunan fisik, Haryoto memastikan bahwa pengadaan peralatan praktik mutakhir akan menjadi agenda prioritas pada Januari mendatang.
“Alhamdulillah hari ini sudah selesai 100 persen. Insyaallah dengan adanya bantuan ini, SMK Patriot Pituruh bisa menjadi sekolah yang semakin dipercaya masyarakat. Animo pendaftar juga sudah cukup banyak,” katanya.
Saat ini, SMK Patriot Pituruh memiliki sekitar 369 siswa yang tersebar di lima kompetensi keahlian, yaitu:
• Teknik Kendaraan Ringan (TKR)
• Teknik Sepeda Motor (TSM)
• Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
• Manajemen Perkantoran (MP)
• Tata Boga/Kuliner. (Jon)





