KORANJURI.COM – Semangat kewirausahaan terpancar di wajah ratusan siswa SMPN 13 Purworejo pada Sabtu (31/01/2026). Melalui kegiatan bertajuk Bazar Ekonomi Kreatif, sekolah ini sukses menggelar puncak kegiatan kokurikuler dengan tema “Menggali Potensi Lokal, Mewujudkan Generasi Kreatif dan Mandiri”.
Acara yang berlangsung meriah di gedung indoor sekolah tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, SSTP, MM.
Dalam sambutannya, Yudhie Agung Prihatno memberikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas dan semangat SMPN 13 Purworejo. Menurutnya, tidak semua sekolah memiliki sarana indoor yang memadai untuk mendukung kreativitas siswa secara maksimal.
“Saya melihat potensi besar di SMP 13. Guru-gurunya muda dan kreatif. Kegiatan ini sangat bagus karena menerapkan pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Siswa tidak hanya belajar teori, tapi langsung praktik bagaimana menciptakan nilai tambah ekonomi,” ujar Yudhie.
Ia juga menekankan pentingnya branding sekolah melalui prestasi non-akademik agar SMPN 13 Purworejo semakin diminati oleh masyarakat luas.
Usai membuka kegiatan bazar, Kepala Disdikbud didampingi kepala sekolah dan segenap tamu undangan berkesempatan meninjau stand-stand peserta bazar.
Waka Kurikulum SMPN 13 Purworejo, Sarjono, M.Pd., menjelaskan bahwa siswa terlibat mulai dari perencanaan, penghitungan biaya produksi, hingga teknik pemasaran.
Bazar Ekonomi Kreatif ini menjadi ajang unjuk gigi bagi 21 rombongan belajar (rombel), dengan standnya masing-masing dengan menampilkan aneka produk. Uniknya, setiap jenjang kelas memiliki fokus produk yang berbeda untuk menunjukkan keragaman kreativitas.
Kelas 7 menyajikan aneka makanan tradisional (seperti klepon dan jajanan pasar), kelas 8 menampilkan berbagai menu dessert kekinian (seperti piscok dan minuman segar) dan kelas 9 memamerkan hasil kerajinan tangan (seperti gantungan kunci dan karya seni lainnya).
“Kami ingin anak-anak punya growth mindset. Setelah lulus nanti, mereka tidak hanya berpikir mau kerja di mana, tapi mau buka usaha apa,” tuturnya.
Kemeriahan bazar tidak hanya milik siswa. Orang tua yang tergabung dalam komite dan parenting juga turut berpartisipasi dengan membuka satu stan khusus yang menjual sembako dan makanan ringan. Dukungan orang tua dianggap menjadi kunci suksesnya implementasi Pembelajaran Mendalam dan tercapainya 8 Dimensi Profil Lulusan (8 DPL) di sekolah ini.
Kepala SMPN 13 Purworejo, Achmad Yulianto, S.Pd., menegaskan bahwa bazar ini merupakan tradisi tahunan untuk menguatkan karakter siswa.
“Melalui kurikulum saat ini, kami ingin mewujudkan profil lulusan yang kreatif, mandiri, dan mampu berkolaborasi. Bazar ini adalah laboratorium nyata bagi mereka untuk mempraktikkan hal tersebut,” ungkapnya.
Disampaikan, kegiatan ko kurikuler telah dimulai sejak Senin (26/01/2026), dan bazar ini sebagai penutup atau puncak kegiatan yang diikuti siswa dengan antusiasme tinggi.
“Meski saat ini masih terbatas untuk internal sekolah dan wali murid, diharapkan ke depan kegiatan serupa dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas sebagai ajang promosi prestasi siswa SMPN 13 Purworejo,” pungkas Achmad Yulianto. (Jon)





