SMPN 36 Purworejo Gelar Pengajian Isra’ Mi’raj, Tekankan Adab dan Karakter Siswa

oleh
Kegiatan peringatan Isra' Mi'raj di SMPN 36 Purworejo, Sabtu (17/01/2026) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMPN 36 Purworejo memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Sabtu (17/01/2025). Mengusung perpaduan antara spiritualitas dan pembentukan karakter, acara ini diisi dengan Khotmil Qur’an serta pengajian interaktif yang diikuti oleh seluruh warga sekolah dan komite.

Kepala SMPN 36 Purworejo Suryadi, S.Kom., M.M.Pd.,mengawali acara dengan sambutan penuh motivasi. Beliau menekankan bahwa proses hidup seringkali tidak selalu lurus, namun bisa berliku.

“Untuk mencapai angka sepuluh, jalannya tidak harus selalu 5+5. Allah memberikan jalan berliku agar ada cerita indah dalam setiap perjuangan kita,” ujarnya di hadapan para siswa.

Pesan ini mengajak siswa untuk tetap berikhtiar maksimal namun berserah diri sepenuhnya atas hasil akhir kepada Sang Pencipta.

Hadir sebagai pembicara utama, Dr. Muhammad Ridho Muttaqin, M.Pd.I., membawa suasana pengajian menjadi sangat hidup. Beliau memberikan edukasi praktis mengenai adab, mulai dari posisi duduk yang benar hingga menyempurnakan yel-yel kebanggaan sekolah, “Guru Berinovasi, Siswa Berprestasi,” dengan gerakan tangan yang penuh semangat.

Pada kesempatan tersebut Dr. Ridho menekankan beberapa poin penting, diantaranya, bahwa sekolah sebagai Ibadah, yakni dengan meluruskan niat belajar agar setiap langkah di sekolah bernilai pahala.

Dr. Ridho juga menekankan pentingnya jiwa di atas raga. Mengutip lagu Indonesia Raya, beliau mengingatkan bahwa “Bangunlah Jiwanya” disebut lebih dulu sebelum “Bangunlah Badannya.”

Dr. Ridho juga menekankan pentingnya keteladanan nyata, bahwa siswa lebih membutuhkan contoh perilaku (uswatun hasanah) daripada sekadar kata-kata.

“Nabi Muhammad SAW merupakan teladan terbaik bagi seluruh umat manusia,” kata Dr. Ridho di hadapan para peserta peringatan Isra’ Mi’raj.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan agar tidak melakukan perundungan (bullying). Bentuk bullying yang sering terjadi di sekolah antara lain bullying verbal seperti memanggil teman dengan nama orang tuanya, bullying fisik seperti menjegal atau menarik kursi, bullying sosial seperti memilih-milih teman atau meminjam barang tanpa mengembalikan, serta cyber bullying yang dilakukan melalui media sosial atau coretan di lingkungan sekolah.

Pada kesempatan tersebut, seluruh siswa diajak untuk mengucapkan ikrar anti bullying secara bersama-sama, disertai penegasan bahwa setiap pelanggaran akan mendapatkan konsekuensi, baik dari Allah SWT maupun dari pihak sekolah.

“Dan jangan pernah meninggalkan sholat, karena amalan sholat merupakan amalan pertama yang akan dihisab sebelum amalan lainnya,” pesan Dr. Ridho mengakhiri tausiahnya.

Kemeriahan acara juga diwarnai dengan penampilan grup hadroh “Sembada Islamic Voice” yang membawakan sholawat dan lagu religi. Sebagai bentuk apresiasi, Dr. Ridho memberikan penghargaan kepada grup hadroh tersebut serta memberikan reward kepada siswa yang mampu menghafal nama-nama bulan dalam kalender Hijriah.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Dr. Ridho memohon keberkahan agar keluarga besar SMPN 36 Purworejo diberikan kekuatan dalam menuntut ilmu dan menjalankan sholat sebagai amalan utama. (Jon)