KORANJURI.COM – SMPN 41 Purworejo yang terletak di Desa Kaliglagah, Kecamatan Kemiri, menggelar kegiatan Kirab Budaya dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 80 dengan tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’, pada hari Minggu, 17 Agustus 2025.
Setelah upacara peringatan HUT RI ke-80 yang dilaksanakan di halaman sekolah dengan pembina Heti Anitasari, S.Pd., sebanyak 23 GTK dan 265 siswa melakukan kirab dengan rute mengelilingi Desa Kaliglagah sejauh kurang lebih 3 km.
Selain untuk memeriahkan HUT RI ke-80, kegiatan ini juga bertujuan dalam rangka mempromosikan sekolah.
Kirab Budaya menampilkan berbagai unsur kegiatan di sekolah, khususnya pada kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi nilai lebih sekolah seperti marching band, Hadrah, seni tari, sepak takraw serta menampilkan berbagai kesenian-kesenian lainnya. Siswa tampil dengan kostum, menyesuaikan apa yang mereka tampilkan.
Agung Setiono, S.E., M.Pd., selaku Plt Kepala SMPN 41 Purworejo menjelaskan, bahwa tujuan Kirab Budaya ini adalah untuk memeriahkan HUT RI ke-80 dan mempromosikan sekolah dengan segala kegiatannya, terutama pada kegiatan ekstrakurikuler.
“Kegiatan ini semua diinisiasi siswa. Kami berharap dengan Kirab Budaya ini, minat masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya di SMPN 41 Purworejo akan meningkat,” jelas Agung di sela kegiatan.
Hal ini disebabkan, kata Agung, tahun lalu SMPN 41 Purworejo kekurangan siswa banyak dalam SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru). Untuk tahun ini hanya kurang 4 siswa dari kuota sebanyak 96 siswa per angkatan untuk tiga rombel kelas.
Siswa SMPN 41 Purworejo ini berasal dari daerah-daerah sekitar. Selain dari Desa Kaliglagah, juga banyak yang berasal dari zonasi sekolah seperti Desa Kaligintung, Kaligondang, Wonosido, Kemranggen maupun Pamriyan.
“Harapannya tahun depan minat calon peserta SPMB bisa semakin meningkat dan kuota terpenuhi,” kata Agung.
Pada kesempatan tersebut, Agung juga mengharapkan pemerintah untuk memfasilitasi jalan tembus dari Kaliglagah ke Wanurojo.
Hal ini diharapkan dapat memudahkan akses transportasi anak-anak yang tinggal di zona khusus atau domisili khusus, yakni di Desa Wanurojo, Gunung Teges maupun Purbayan yang mau melanjutkan ke sekolah negeri, khususnya SMPN 41 Purworejo.
Menurut Agung, dengan jalan tembus itu mereka lebih dekat ke SMPN 41 Purworejo. Karena saat ini akses tersebut hanya bisa dilewati saat kemarau.
Anak-anak di zona khusus tersebut saat banyak melanjutkan ke sekolah negeri yang ada di Kutoarjo, dengan jarak tempuh lebih jauh.
Agung menyebutkan, meski SMPN 41 Purworejo merupakan sekolah pinggiran, namun memiliki banyak keunggulan. Salah satunya, dari ekstrakurikuler sepak takraw yangbselalu mendapat prestasi juara di POPDA Kabupaten.
Setiap tahun, siswa sekolah ini juga selalu meloloskan siswanya untuk melanjutkan di SMK Jateng.
“Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler baru seperti marching band, diharapkan minat masyarakat untuk sekolah di SMPN 41 Purworejo akan semakin meningkat,” pungkas Agung. (Jon)





