KORANJURI.COM – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo mengukir prestasi dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025.
Sebanyak 72 siswa berhasil lolos masuk di sejumlah perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, SNBT maupun SPAN PTKIN.
Perinciannya, lolos SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dengan jumlah 16 siswa, diterima di Unsoed (2), Polmarin (1), UNY (8), Unnes (2), UIN Sunan Kalijaga (1), UIN Saizu (1) dan UIN Salatiga (1).
Lolos SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) dengan jumlah 27 siswa, diterima di UGM (2), UNS (3), Unsoed (1), UNY (2), Unnes (3), UPN (1), Untid (5), Politeknik Negeri Semarang (1), Poltekkes Semarang (5), Poltekes Yogyakarta (2), UIN Sunan Kalijaga (1), UIN Salatiga (1).
Lolos SPAN PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) berjumlah 29 siswa dan diterima di UIN Walisongo (9), UIN Raden Patah (1), UIN Saizu (4), UIN Raden Mas Said (4), UIN Salatiga (11).
“Jumlah total sementara 72 siswa. Jumlah ini masih akan bertambah karena sejumlah siswa masih mengikuti seleksi di beberapa perguruan tinggi.” ujar Waka Humas MAN Purworejo, Drs Bisri Mustofa, Kamis (05/06/2025).
Dengan keberhasilan ini, menurut Bisri, membuktikan bahwa dengan program pembinaan akademik dan pendampingan intensif, MAN Purworejo berhasil mengantarkan sejumlah peserta didiknya lolos seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bergengsi di berbagai prodi unggulan, sesuai dengan potensi dan minat masing-masing siswa.
Pihak madrasah melalui BK dan Tim pendamping kami selalu intensif memberikan pendampingan peserta didik supaya bisa lolos di PTN pilihan mereka.
“Kita membentuk Tim Sukses SNPMB dan alhamdulillah bisa membuahkan hasil. Penekanan lebih difokuskan pada pendampingan selama di kelas XII,” terang Bisri sambil menambahkan, dibanding tahun sebelumnya ada peningkatan yang signifikan pada siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri.
Dengan hasil ini, menurut Bisri, pihaknya merasa puas, dalam arti dalam melaksanakan pendampingan pihaknya mampu mengantarkan peserta didik dalam memilih perguruan tinggi dan program studi sesuai dengan potensi dan minat mereka.
” Ini adalah hasil kerja keras bersama, baik siswa, guru pembimbing, maupun orang tua. Kami selalu berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menggali potensi dan minat siswa sejak awal,” pungkas Bisri. (Jon)





