Terbaik, MB Gita Bahana Spensa SMPN 1 Purworejo Raih Juara 1 pada Kejuaraan Karnaval Parade Kreatif

oleh
Penampilan MB Gita Bahana Spensa SMPN 1 Purworejo pada Kejuaraan Karnaval Parade Kreatif HUT Kemerdekaan RI ke-80 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tim Marching Band (MB) Gita Bahana Spensa SMPN 1 Purworejo berhasil meraih juara 1 pada Kejuaraan Karnaval Parade Kreatif HUT Kemerdekaan RI ke-80 untuk kategori marching band jenjang SMP.

Untuk tingkat Kabupaten Purworejo, MB Gita Bahana Spensa ini masih yang terbaik, karena sudah dua kali ini berturut-turut meraih juara 1 di kejuaraan karnaval dalam rangka HUT Kemerdekaan RI.

Kepala SMPN 1 Purworejo Tuwuh Sutrisno, S.Pd., M.M.Pd., menyebut, pada kejuaraan karnaval yang berlangsung Sabtu (30/08/2025) tersebut, SMPN 1 Purworejo secara umum berada di peringkat ketiga.

“Yang ditampilkan MB Gita Bahana Spensa pada Karnaval tersebut sebagai persiapan lomba Marching Band Hamengkubuwono Cup 2025 memperebutkan Piala Raja pada tanggal 12 Oktober 2025 mendatang,” ujar Tuwuh, Rabu (03/09/2025).

Menerjunkan 96 personel plus 30 official, didampingi tim manajemen dan orangtua siswa, MB Gita Bahana Spensa menunjukkan performancenya dalam Street Parade.

Tuwuh Sutrisno saat memimpin kontingen SMPN 1 Purworejo

Pada Street Parade ini MB Gita Bahana Spensa menunjukkan kekompakan, kreatifitas aransemen musik yang dikolaborasikan dengan gerakan-gerakan.

Dua kali berturut-turut menjadi juara 1 pada kategori marching band dalam karnaval agustusan jenjang SMP tingkat kabupaten, Tuwuh berharap, semoga nanti bisa tampil maksimal di Hamengkubuwono Cup 2025.

“Kita sedang mempersiapkan lomba Hamengkubuwono Cup 2025 ini sebaik-baiknya. Semuanya sudah siap dari tim manajemen, tim kesehatan, pelatih dan sekolah serta orangtua. Semoga bisa tampil maksimal di hari H,” kata Tuwuh.

Menurut Tuwuh, MB Gita Bahana Spensa sudah dua kali berturut-turut menjadi juara umum. Jika sekali lagi bisa meraih juara umum, maka nantinya Piala Raja ini akan menjadi piala tetap, setelah sebelumnya menjadi piala bergilir.

Tuwuh mengungkapkan, dalam MB, yang menjadi penilaian kekompakan, gerakan, musik dan keserasian. Sedangkan untuk kostum sebenarnya tidak masuk dalam penilaian, tapi di Purworejo masuk dalam penilaian padahal saat technical meeting tidak masuk penilaian dan saat pengumuman ada.

“Kita pernah di Hamengkubuwono Cup juara 1 tapi di Purworejo menjadi juara 2, dengan pemain dan penampilan sama,” cerita Tuwuh.

Pada Kejuaraan Karnaval Parade Kreatif ini dari SMPN 1 Purworejo menerjunkan hampir 200 an personel, yang terbagi menjadi kelompok marching band, kelompok anak sehat, kelompok negara kuat dan kelompok rakyat sejahtera yang mencerminkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sesuai tema karnaval.

Ujar Tuwuh, ketika Makan Bergizi Gratis digaungkan pemerintah, tujuannya untuk membentuk anak-anak Indonesia yang sehat. Dari anak-anak sehat ini negara menjadi kuat. Kalau negara kuat di segala sektor, masyarakat menjadi sejahtera.

“Jadi ada alurnya. Ketika sebuah karnaval tidak ada alurnya, hanya mengambil salah satu sub tema, maka tidak ada kesinambungan. Dan menurut saya penilaian kurang fair,” terang Tuwuh.

Dalam penilaian ada orisinilitas dan kreativitas, sehingga apa yang ditampilkan merupakan hasil kreatifitas dan guru dan tidak ada yang pinjam atau sewa. atau belum pernah ditampilkan.
Selama seminggu full sebelum karnaval, dari SMPN 1 Purworejo mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Jadi, kata Tuwuh, ketika ada yang tampil dari hasil pinjam atau sewa dan sudah muncul di FB ataupun tik tok, berarti bukan karya orisinil

“Namun karena dinilai oleh juri-juri yang hebat dan berkompeten dalam bidangnya, sehingga apapun hasilnya kita syukuri. Karena keputusan juri tidak dapat diganggu gugat,” ujar Tuwuh.

Atas capaian prestasi ini, Tuwuh mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh siswa, bapak ibu guru dan orangtua siswa, yang sudah banyak mensuport terlaksananya karnaval. (Jon)