Kerbau Dihias Menarik
Bajak lampit lau yang digunakan pada pertandkngan dihias dengan berokan atau bendera kecil warna warni dan berisi gambaran lukisan tokoh-tokoh pewayangan seperti Hanoman, Bima, Ngada, Menda, Gatot Kaca, Legeni dan lain-lainnya.
Sedangkan kerbaunya dihias dengan hiasan rumbing atau hiasan ukiran yang terbuat dari kulit sapi di bagian kepala dan wajah. Tanduknya juga dihias dengan slop tanduk yang terbuat dari kain warna poleng (hitam putih).

“Mekepung di sawah ini berkembang sekitar tahun 1930. Sampai sekarang pun, hiasan yang ada di pedati dan kerbau juga masih dipakai ketika warga akan berpacu. Hanya saja, beberapa hiasan sudah dimodifikasi menjadi lebih menarik dan enak dipandang mata,” terang Nuraga.
Dengan keunikan penampilan yang ada, pada akhirnya pacuan kerbau ini kondang dengan sebutan ‘Benhur Jembrana’. Sebutan itu mengacu pada tokoh Judah Ben Hur yang merupakan tokoh fiksi dalam film berjudul ‘Ben Hur’. Ben Hur biasa menunggang gerobak mirip bajak yang ditarik kuda pada masa romawi dulu. (Way)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





