Workshop Peninjauan Visi Keilmuan, Prodi PBSJ Perkuat Kekhasan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa

oleh
Workshop Peninjauan Visi Keilmuan di ruang rapat FKIP - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (PBSJ) Universitas Muhammadiyah Purworejo menyelenggarakan Workshop Peninjauan Visi Keilmuan pada Selasa, 27 Juni 2023.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Program Studi PBSJ sebagai bagian dari upaya memperkuat arah pengembangan keilmuan, profil lulusan, serta kekhasan Program Studi PBSJ.

Workshop menghadirkan R. Adi Deswijaya, S.S., M.Hum. dari Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo sebagai narasumber.

Kegiatan berlangsung dalam suasana diskusi yang terbuka dan konstruktif dengan membahas berbagai aspek penting, mulai dari profil lulusan, struktur keilmuan, keunggulan program studi, kekhasan bidang kajian, hingga arah pengembangan PBSJ di masa mendatang.

Salah satu pembahasan penting dalam workshop adalah penguatan kekhasan keilmuan PBSJ melalui kajian filologi, khususnya manuskrip Arab Pegon. Manuskrip Arab Pegon merupakan naskah atau dokumen yang menggunakan aksara Arab untuk mengekspresikan bahasa daerah di Nusantara, termasuk bahasa Jawa.

Tradisi penulisan Arab Pegon menjadi bagian penting dari perjalanan intelektual dan kebudayaan masyarakat Jawa serta menyimpan berbagai informasi mengenai bahasa, sastra, pendidikan, keagamaan, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat pada masa lalu.

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa Mata Kuliah Filologi di PBSJ memiliki posisi penting dalam memperkuat kekhasan program studi. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa secara khusus diperkenalkan pada kajian manuskrip, termasuk membaca, mengidentifikasi, mengalihaksarakan, memahami, dan menganalisis naskah Arab Pegon dalam khasanah Sastra Jawa.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari bentuk fisik dan bahasa naskah, tetapi juga diarahkan untuk memahami kandungan teks, konteks budaya, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta relevansinya dengan perkembangan bahasa dan sastra Jawa.

Kajian Arab Pegon melalui Mata Kuliah Filologi menjadi salah satu kekhasan yang membedakan PBSJ dari program studi bahasa dan sastra yang bersifat umum. Keilmuan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan sumber-sumber budaya dan sastra Jawa yang memiliki nilai historis dan intelektual.

Dengan demikian, pembelajaran bahasa dan sastra Jawa tidak hanya berorientasi pada karya-karya modern, tetapi juga mencakup warisan tekstual yang menjadi bagian dari perjalanan peradaban Jawa.

Kekhasan tersebut juga membuka peluang pengembangan keilmuan PBSJ ke arah yang lebih luas. Manuskrip Arab Pegon dapat menjadi sumber penelitian bagi mahasiswa dan dosen dalam bidang filologi, linguistik, sastra, sejarah, pendidikan, dan budaya Jawa.

Di tengah perkembangan teknologi digital, kajian tersebut juga dapat dikembangkan melalui digitalisasi manuskrip, dokumentasi naskah, pengembangan basis data, serta pemanfaatan media digital untuk memperkenalkan warisan sastra dan budaya Jawa kepada generasi muda.

Selain membahas kekhasan keilmuan, workshop juga mendiskusikan profil lulusan PBSJ. Lulusan tidak hanya diarahkan menjadi pendidik Bahasa dan Sastra Jawa, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang sebagai peneliti dan praktisi profesional, penulis, pengembang media pembelajaran, kreator konten edukatif, pelaku industri kreatif, serta penggerak budaya dan literasi Jawa.

Narasumber memberikan masukan agar visi keilmuan PBSJ mampu menjadi arah jalan pengembangan program studi, sehingga tidak berhenti sebagai pernyataan normatif. Visi keilmuan perlu tercermin dalam kurikulum, mata kuliah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, profil lulusan, serta berbagai bentuk kerja sama yang dikembangkan oleh program studi.

Hasil diskusi kemudian menjadi bahan penting bagi PBSJ untuk memperkuat integrasi antara pendidikan, bahasa, sastra, filologi, budaya, dan kearifan lokal Jawa dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kajian Arab Pegon melalui Mata Kuliah Filologi menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kekayaan lokal dapat dipertahankan sekaligus dikembangkan sebagai bidang keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Melalui kegiatan ini, Program Studi PBSJ berkomitmen untuk terus mengembangkan keilmuan yang berakar pada budaya Jawa, memiliki kekhasan akademik, adaptif terhadap perkembangan IPTEKS, dan memberikan ruang pengembangan karier yang luas bagi lulusan.

Dengan demikian, bahasa, sastra, dan budaya Jawa tidak hanya dipelajari sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dikembangkan sebagai sumber pengetahuan dan inovasi untuk masa depan. (Jon)