Wujudkan Karakter Peduli Lingkungan, SMK Ma’arif NU 1 Bener Gelar Baksos Bersih Lingkungan

oleh
Aksi bersih-bersih lingkungan keluarga besar SMK Ma'arif NU 1 Bener, Jum'at (30/01/2026) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Keluarga besar SMK Ma’arif NU 1 Bener, Purworejo menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Bakti Sosial (Baksos) bersih-bersih lingkungan pada Jumat (30/01/2026).

Tidak tanggung-tanggung, aksi yang melibatkan siswa, guru, hingga karyawan ini berhasil mengumpulkan hampir setengah ton sampah plastik dan botol dari wilayah sekitar sekolah.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini diawali dengan doa bersama (mujahadah) sebelum seluruh peserta menyebar ke empat rute utama.

Waka Kesiswaan SMK Ma’arif NU 1 Bener, Hendri Kristiyanto, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa rute pembersihan meliputi jalur arah Pasar Kaliboto, Desa Karangsari, Sendangsari, Kaliduren, hingga wilayah Jombor dan Kaliurip.

“Fokus utama kami adalah sampah plastik, botol, dan kertas yang berserakan di pinggir jalan. Hasilnya luar biasa, terkumpul sekitar setengah ton atau lima kuintal sampah yang langsung kami kirim ke TPA Jetis,” ujar Hendri.

Lebih lanjut, Hendri menekankan bahwa aksi ini merupakan bentuk apresiasi dan kepedulian nyata sekolah terhadap lingkungan sekitar. SMK Ma’arif NU 1 Bener ingin menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) tidak hanya di kalangan internal sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat luas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran SMK Ma’arif NU 1 Bener di wilayah ini tidak hanya fokus pada pembelajaran di dalam kelas saja, tetapi juga sangat peduli dengan kondisi lingkungan. Kami ingin masyarakat merasakan dampak positif kehadiran kami,” tegas Hendri.

Kepala SMK Ma’arif NU 1 Bener, M. Churdaini, S.Pd.I., M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan pengembangan dari program jalan sehat rutin. Menurutnya, sekolah ingin memberikan manfaat lebih bagi masyarakat sekitar, bukan sekadar olahraga fisik.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Sampah plastik merusak kesuburan tanah dan mengganggu estetika jalanan,” tutur Churdaini.

Ia menambahkan bahwa aksi serupa sering dilakukan secara rutin dengan lokasi yang berpindah-pindah, mulai dari tempat ibadah saat bulan Ramadhan hingga lokasi wisata seperti Gunung Kunir dan Pantai Dewaruci.

Dari perspektif hubungan industri, Wakahubin SMK Ma’arif NU 1 Bener, Arista Anggariawan, S.T., menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang sangat krusial bagi masa depan siswa di dunia kerja.

“Di dunia industri, ada konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Melalui baksos ini, kita melatih kepekaan dan sense of crisis anak terhadap kebersihan. Jika biasanya mereka hanya berjalan, sekarang mereka dilatih untuk peka: ada sampah, ambil, buang ke tempatnya,” jelas Arista.

Budaya bersih ini diharapkan oleh Arista menjadi karakter yang melekat kuat saat siswa lulus dan memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.