KORANJURI.COM – Tiga mahasiswa ITB STIKOM Bali sukses meraih juara kedua dalam kejuaraan International Innovation 4 Force di Lampung. Ketiga mahasiswa turun pada kategori Internet of Things (IoT) yang diikuti oleh 25 tim peserta.
International Innovation 4 Force sendiri merupakan kejuaraan teknologi tingkat ASEAN yang diikuti oleh 5 negara yakni, Indonesia Kamboja, Vietnam, Thailand dan Malaysia.
Total peserta ada 400 tim yang mengisi seluruh kategori pertandingan. Pada kategori Internet of Things, seluruh peserta berasal dari Indonesia.
Ketiga mahasiswa ITB STIKOM Bali yakni, I Komang Bayu Sukra Dinata, I Wayan Paramarta Giri dan I Wayan Oka Pramana. Mahasiswa tersebut berasal dari Prodi Sistem Informasi.
“Project IoT ini sebenarnya tugas kuliah kemudian ada kesempatan saya teruskan untuk mengikuti lomba,” kata Bayu, Jumat, 16 Oktober 2026.
Pada kejuaraan International Innovation 4 Force itu, tim ITB STIKOM Bali memperkenalkan proyek ‘Sistem Mitigasi Kecelakaan Pemantauan Pengemudi Berbasis Artificial Intelligence internet of things dan Respons Darurat Secara Otomatis’.
“Proyek itu saya kerjakan selama sekitar tiga bulan,” jelas Bayu.
Dengan keberhasilan yang diraih, Bayu mewakili tim ITB STIKOM Bali berharap dapat meningkatkan pencapaian. Serta, usaha yang dilakukan tetap mendapatkan dukungan pendanaan dari ITB STIKOM Bali.
“Iya sepenuhnya disupport oleh kampus, dan kami berharap ke depan banyak mahasiswa yang berprestasi dalam menembus kejuaraan dunia seperti sekarang,” kata Bayu.
Sementara, pada kategori Internet of Things (IoT) International Innovation 4 Force, juara pertama diraih Universitas Teknokrat Indonesia, juara kedua ITB STIKOM Bali dan juara ketiga Politeknik Negeri Lampung. (Way)





