MPLS SMPN 1 Purworejo, Siswa dan Orangtua Diperkenalkan dengan Budaya Sekolah

oleh
Orangtua siswa saat mengikuti kegiatan MPLS di SMPN 1 Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SMPN 1 Purworejo, tak hanya diikuti oleh siswa baru dari kelas X yang berjumlah 191 siswa. Orangtua siswa pun juga terlibat dalam kegiatan MPLS ini.

Di hari pertama MPLS, Senin (14/07/2025), orangtua dilibatkan dengan pemberian materi tentang pola asuh anak di era digital, peran serta orangtua dalam membangun prestasi peserta didik, dengan narasumber dari kepala sekolah dan pengawas.

Kepala SMPN 1 Purworejo Tuwuh Sutrisno, S.Pd., M.M.Pd., menyebut, bahwa dilibatkannya orangtua dalam MPLS, merupakan salah satu bagian dari materi wajib dalam MPLS yakni Pengenalan dan Interaksi Positif.

Siswa, kata Tuwuh, diperkenalkan kepada guru, staf, warga sekolah dan membina hubungan baik antara sekolah, orangtua dan masyarakat.

Karena, kata Tuwuh, keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh sekolah, namun juga dari peran serta masyarakat dan orangtua. Kerjasama yang baik, sinergitas antara sekolah, orangtua dan masyarakat sangat perlu untuk meningkatkan prestasi peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif.

“Supaya orangtua juga tahu kegiatan MPLS di SMPN 1 Purworejo itu seperti apa,” ujar Tuwuh, Kamis (17/07/2025).

Dalam materi wajib ini orangtua dan siswa juga diperkenalkan dengan Budaya Sekolah. Bahwa sekolah punya pembiasaan. Hari Senin itu ada pembiasaan budaya meningkatkan patriotisme dan cinta tanah air dalam bentuk upacara bendera. Hari Selasa dan Kamis tentang pembiasaan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.

Hari Rabu ada materi tersendiri dengan melihat situasi dan kondisi. Hari Jum’at ada kegiatan Jum’at Taqwa, dalam hal ini isinya tadarus dan kultum bagi yang beragama Islam dan yang non Islam juga ada pendalaman materi tersendiri. Hari Sabtu Kampanye Sekolah Sehat.

“Tujuan utama dari Kampanye Sekolah Sehat ini menciptakan pola hidup bersih dan sehat,” ungkap Tuwuh, didampingi Prayogi, S.Pd., Ketua MPLS.

Prayogi menambahkan, tujuan dari MPLS bertema Ramah Anak yang diikuti 82 siswa laki-laki dan 109 siswa perempuan yang terbagi dalam 6 kelas ini, usai masa transisi dari SD, siswa baru supaya mengenal lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sejak masuk pertama.

“Ending yang diharapkan mereka bisa belajar dengan lingkungan yang kondusif dan dapat mengikuti pembelajaran dengan baik,” terang Prayogi.

Dalam MPLS yang berlangsung lima hari dari Senin (14/07/2025) hingga Jum’at (18/07/2025) ini, beragam materi disampaikan tentang Kepemimpinan, Mengenal Lingkungan Sekolah, Kurikulum Sekolah, Kegiatan Ekstrakulikuler, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Bijak dalam Bermedsos, Kampanye Sekolah Sehat (KSS).

Untuk narasumber, kata Prayogi , dari internal dan eksternal. Dari eksternal, narasumber dari Polres menyampaikan materi tentang tertib berlalulintas dan pencegahan NAPZA. Dari Koramil tentang kedisiplinan dan jiwa korsa.

Pada peserta MPLS, juga digaungkan tentang ikon SMPN 1 Purworejo dengan Kampanye Sekolah Sehat-nya (KSS), yang merupakan program sekolah supaya anak Indonesia bisa sehat. Dalam program KSS ini, sebulan dua kali dengan mengambil hari di minggu pertama dan ketiga, kegiatannya, senam sehat bersama ataupun jalan sehat bersama yang diteruskan dengan makan sehat bersama dengan bekal sendiri.

“Makanan sehat ini ada unsur nasi, sayur, lauk dan buah-buahan,” ungkap Prayogi.

Dalam MPLS juga ada penjaringan bakat dan minat siswa. Dalam kegiatan ini, ditampilkan display ekstrakulikuler di hari ketiga, yang dikemas dalam stand-stand.

Dalam moment ini siswa baru diperkenalkan dengan berbagai macam kegiatan ekstrakulikuler yang ada di SMPN 1 Purworejo, diantaranya, Bidang Keagamaan (Tartil, tilawah, hadrah), Band, Pencak Silat, Seni Tari, Sepak Bola-Bola Boli-Basket, Marching Band, Pramuka, PMR.

“Biar anak lebih tertarik terlebih dahulu, sehingga mereka bisa menyesuaikan ekstrakulikuler mana yang akan diikuti sesuai bakat dan minatnya,” kata Prayogi.

Akhir dari pelaksanaan MPLS, menurut Prayogi, dari Dinas Perhubungan akan memberikan sosialisasi terkait gerakan menghidupkan kembali transportasi umum. Dalam hal ini dari Dishub mengajak siswa untuk paling tidak seminggu sekali naik transportasi umum saat berangkat dan pulang sekolah.

“Yang bertujuan untuk kemandirian siswa,” pungkas Prayogi. (Jon)